Harga Vanili Melonjak, Pencuri Intai Kebun Petani di Cidolog Sukabumi
SUKABUMIUPDATE.COM | 08/01/2019 11:10
Harga Vanili Melonjak, Pencuri Intai Kebun Petani di Cidolog Sukabumi
Salah seorang petani vanili Desa Cidolog terpaksa panen lebih awal, khawatir hasil panenya dicuri. | Sumber Foto:Demmy Pratama.

SUKABUMIUPDATE.com - Vanili sebagai komoditas pertanian untuk kebutuhan ekspor di tahun 2019 ini dianggap memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Harga vanili basah per kilogram yang cukup tinggi, berkisar dari Rp 260 ribu hingga Rp 400 ribu. Dengan harga vanili kering dari Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi yang mencapai harga hingga Rp 4 juta per kilogram membuat vanili menjadi salah satu komoditas ekspor yang sangat menjanjikan bagi para petani.


Di sisi lain, harga vanili yang tinggi ternyata memicu para pencuri mengincar buah vanili sebagai buah paling mahal saat ini. Seperti yang terjadi di Kecamatan Cidolog sebagai daerah pemasok vanili paling banyak. Petani di Cidolog terpaksa memanen lebih awal vanili miliknya karena para pencuri sudah mulai beraksi dengan mencuri vanili di kebun petani yang jauh dari tempat tinggal mereka.


Seperti dialami petani vanili setempat, Nas Tualeka (57 tahun). Warga Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog itu harus merelakan vanili miliknya dicuri lantaran ditanam di kebun yang berjarak hampir tiga kilometer dari rumahnya. Nas menyebut, harga benih pohon vanili yang mencapai Rp 5 ribu per meter membuat pohon vanili saat ini benar-benar dijaga petani. Tak jarang para petani vanili di Cidolog bermalam di ladang vanili milik mereka yang jauh dari perkampungan karena takut vanili miliknya dicuri.


BACA JUGA: Harga Cabai Anjlok, Petani Cidolog Sukabumi Terpaksa Jual Cabai Mentah


"Hampir 100 pohon vanili milik saya yang siap panen dicuri. Dan parahnya, si pencuri juga mencuri sebagian pohonnya karena memang pohonnya pun lumayan mahal," ungkap Nas pada sukabumiupdate.com saat ditemui dikediamannya, Senin (7 /1 /2019).


Ketua Gapoktan Harapan, Desa Cidolog, Uday Hidayat mengatakan, rentannya kasus pencurian vanili di wilayahnya membuat para petani memanen lebih awal vanili milik mereka. Meski harga yang vanili yang belum siap panen tersebut hanya berkisar Rp 280 ribu per kilogram. Harga yang jauh dari harapan para petani.


BACA JUGA: Jelang Pergantian Tahun, Harga Bahan Pokok di Pasar Palabuhanratu Stabil


"Karena kondisinya memang belum tua, jadi harganya pun murah. Padahal jika menunggu hingga bulan April bisa mencapai Rp 400 ribu per kilogram," jelas Uday.


Uday menyebut, saat ini petani vanili di Cidolog mencapai 100 orang petani dengan lahan garapan mencapai 20 hektare. Imbas dari beberapa kasus pencurian vanili di Cidolog membuat petani tak dapat mencapai hasil yang maksimal.


"Meski hanya satu persen petani yang kena imbas kasus ini, namun efeknya menyebabkan waktu panen yang kacau. Dan kondisi ini juga dimanfaatkan para tengkulak untuk mempengaruhi para petani untuk segera menjual vanili miliknya sebelum masa panen. Sehingga nanti saat panen raya bulan April stok vanili disini akan berkurang," pungkas Uday.


SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT