Angkat 6 Pejabat eselon 2, Bupati Sragen: Kalau Disuruh Mbayar, Utangku Pilkada Wis Lunas
JOGLOSEMARNEWS.COM | 17/07/2018 09:20
Angkat 6 Pejabat eselon 2, Bupati Sragen: Kalau Disuruh Mbayar, Utangku Pilkada Wis Lunas
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowat mengungkapkan adanya sejumlah pihak yang memperjual-bellikan kursi perangkat desa. Hal itu diungkapkan bupati saat berbicara di hadapan pengurus PD Muhammadiyah dan NU yang hadir di halal bihalal NU-Muhammadiyah di Pendapa Rumdin Bupati, Rabu (11/7/2018) malam. 

Padahal Bupati Yuni mengaku tidak menarik biaya dalam pengangkatan pejabat di Pemerintah Kabupaten Sragen. Ia mengklaim dan meminta agar tidak tergiur tawaran dan isu yang beredar. Ia juga menyebut menjamin proses rekrutmen tidak diperjualbelikan dan tidak akan menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadinya. “Saya sudah angkat 6 pejabat eselon 2. Kalau disuruh mbayar, utangku Pilkada wis lunas, ” ujarnya lagi.

"Di luaran itu wis ora umum. Carik diobo (dipatok) Rp 500 juta. Kuwi carik, bayan Rp 250 juta,  Kaur Rp 75 juta, ” papar Bupati.

Bupati menyebut kabar soal tarif kursi Perdes itu bisa saja memang yang bermain adalah oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan rekrutmen pengisian Perdes saat ini. Namun ia juga menyebut geram dengan ulah Kades yang ia sebut nakale ora umum.

Polahe enek sing rono enek sing rene. Ada yang ngatakan carik tarifnya Rp 250 juta tapi DP dulu Rp 50 juta. Tidak jadi uang kembali dua kali lipat. Siapa yang enggak percaya. Jaman saiki golek gawean angel, apalagi bersamaan dengan lulusan SMA, enek wong pokil ya dipercaya, ” tukasnya.

Bupati juga membeberkan tak hanya mematok tarif, oknum itu juga meyakinkan pelamar dengan berbagai trik. Ia menyebut ada yang menunjukkan foto barengnya dengan bupati untuk meyakinkan. “Nduduhke foto karo bupati ae wis entuk DP pak. Rp 10 juta Pak,” terangnya.

Aksi broker itu memang makin gencar memasuki masa pendaftaran yang sudah dibuka sejak 26 Juni lalu. Salah satu tokoh masyarakat Sambungmacan, MN (40) menuturkan menjelang rekrutmen perangkat desa, aksi broker dan relawan makin meresahkan.

Sebab selain mencatut dan mengatasnamakan orangnya bupati, sebagian juga sudah mengumbar suara bahwa calon yang jadi adalah yang mereka bawa. Bahkan di Desa Karanganyar, ada relawan yang sudah mengklaim anaknya yang bakal mengisi Sekdes.

“Menurut kami, ini malah makin buruk. Bagaimana tidak, siapapun calon yang pinter kalau nggak bisa bayar akhirnya juga sia-sia. Yang bikin warga marah, ada relawan yang sudah ngumbar suara ke sana kemarin kalau yang jadi di desa A, B, C itu sudah disiapkan. Bahkan ada relawan yang sudah bilang anaknya akan pasti mengisi Sekdes padahal nggak punya kemampuan dan latar belakang yang baik, ” terangnya diamini warga lainnya, Sabtu (30/6/2018). Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT