Bupati Sragen Blakblakan Soal Tarif Perangkat Desa Rp Rp 500 Juta
JOGLOSEMARNEWS.COM | 17/07/2018 09:10
Bupati Sragen Blakblakan Soal Tarif Perangkat Desa Rp Rp 500 Juta
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Memasuki masa rekrutmen pengisian perangkat desa (Perdes) di 192 di Sragen yang sedang berjalan saat ini, rumor oknum calo dari berbagai elemen yang mengaku dekat dengan bupati, bisa mengondisikan dan meluluskan memang marak beredar di masyarakat. Sampai-sampai Bupati Sragen geram dengan maraknya kabar yang beredar di lapangan soal tarif ratusan juga yang dipatok oleh makelar.

Bupati pun blak-blakan menyebut jika ada yang mematok tarif hingga Rp 500 juta dan sudah meminta down payment (DP) atau uang muka puluhan juta.

Hal itu diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat berbicara di hadapan pengurus PD Muhammadiyah dan NU yang hadir di halal bihalal NU-Muhammadiyah di Pendapa Rumdin Bupati,  Rabu (11/7/2018) malam.

“Di luaran itu wis ora umum. Carik diobo (dipatok) Rp 500 juta. Kuwi carik, bayan Rp 250 juta,  Kaur Rp 75 juta, ” papar Bupati.

Bupati menyebut kabar soal tarif kursi Perdes itu bisa saja memang yang bermain adalah oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan rekrutmen pengisian Perdes saat ini. Namun ia juga menyebut geram dengan ulah Kades yang ia sebut nakale ora umum.

Polahe enek sing rono enek sing rene. Ada yang ngatakan carik tarifnya Rp 250 juta tapi DP dulu Rp 50 juta. Tidak jadi uang kembali dua kali lipat. Siapa yang enggak percaya. Jaman saiki golek gawean angel, apalagi bersamaan dengan lulusan SMA, enek wong pokil ya dipercaya, ” tukasnya.

Bupati juga membeberkan tak hanya mematok tarif, oknum itu juga meyakinkan pelamar dengan berbagai trik. Ia menyebut ada yang menunjukkan foto barengnya dengan bupati untuk meyakinkan.

“Nduduhke foto karo bupati ae wis entuk DP pak. Rp 10 juta Pak,” terangnya.

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT