1.255 Keluarga di Semarang terdampak Banjir Rob Akibat Tanggul Jebol
JOGLOSEMARNEWS.COM | 24/05/2022 18:38
1.255 Keluarga di Semarang terdampak Banjir Rob Akibat Tanggul Jebol
Seorang warga berdiri di tengah banjir rob yang merendam jalan desa di Desa Sriwulan, Demak, Jawa Tengah, Senin, 1 Juni 2020. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akibat adanya fenomena pasang maksimum air laut dengan kondisi gelombang tinggi, menyebabkan wilayah pesisir pantura Pekalongan dan Demak terdampak banjir rob. ANTARA/Aji Styawan

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banjir rob akibat tanggul yang tak mampu menahan air laut yang pasang di Semarang, membuat 1.255 keluarga merasakan dampaknya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan, akibat banjir yang dipicu curah hujan tinggi di wilayah pesisir utara Kota Semarang itu, air menggenangi rumah warga yang letaknya lebih rendah dari jalanan.

Hingga saat ini memang belum ada warga yang dievakuasi ke pengungsian dan tetap tinggal di dalam rumah. Bagi warga yang rumahnya tidak dapat ditinggali, mereka mengungsi ke rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi.

Warga yang terdampak banjir rob tersebar di dua kelurahan. Yakni, kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara dan Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur.
 

Pemerintah setempat sedikit kesulitan untuk menanggulangi banjir tersebut diakibatkan kondisi geografis wilayah tersebut.

 

“Membutuhkan pompa tambahan untuk mengeluarkan air yang menggenang,” kata Sekretaris BPBD Kota Semarang Winarso pada Selasa (24/5/2022). 

Pemerintah kota Semarang hari ini mulai membangun dapur umum sebagai suplai makanan warga yang terdampak banjir.

Karyawan yang bekerja di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, hari ini menerjang banjir untuk mengambil kendaraan mereka yang ditinggal. Kawasan Pelabuhan ini juga menjadi titik terparah banjir rob.

 

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT