Bedog Art Festival – Ngayogjazz Bulan Depan, Sejumlah Desa di Sleman Mulai Berdandan
JOGLOSEMARNEWS.COM | 18/10/2021 10:00
Bedog Art Festival – Ngayogjazz Bulan Depan, Sejumlah Desa di Sleman Mulai Berdandan
Dua seniman melakukan performace art sebagai patung pengamen dan petani bersepuh tembaga di perhelatan Ngayogjazz 2018 di Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Sabtu, 17 Nobember 2018. Tempo/PitoAgustin

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menjelang sejumlah agenda pariwisata yang digelar sepanjang Oktober dan November 2021, sejumlah desa wisata di Kabupaten Sleman, DIY mulai berbenah diri.

Pada bulan ini, dua acara yang digelar yaitu Sleman Creative Week dan Bedog Art Festival. Selanjutnya, pada bulan november besok akan digelar konser musik jazz nasional, Ngayogjazz.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono mengatakan ada lima desa wisata yang mulai mempersiapkan diri guna menyambut agenda pariwisata itu.

“Ada lima desa wisata yang berbenah untuk menyambut agenda pariwisata itu,” kata Suparmono, seperti dikutip dari tempo.co.

Lima desa wisata yang mulai berbenah itu adalah Desa Wisata Dukuh Pandowoharjo, Kecamatan Sleman; Desa Wisata Plosokuning Bangunkerto dan Dusun Tegal Loegood Girikerto di Kecamatan Turi; Dusun Terwilen Margodadi, Kecamatan Seyegan; dan Dusun Sempu Wedomartani di Kecamatan Ngemplak.

Untuk menyambut wisatawan, akan dipasang seni instalasi oleh Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis di masing masing desa wisata.

Menurut penuturan Suparmono, dana keistimewaan DI Yogyakarta yang digunakan untuk anggaran seni instalasi yang jumlahnya sebesar Rp 1,2 miliar.

Adanya seni instalasi ini berguna untuk memberi semangat baru bagi para pelaku usaha pariwisata setelah nihilnya agenda pertunjukan selama pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM Level 4.

“Seni instalasi juga bertujuan menguatkan destinasi pariwisata di Kabupaten Sleman, baik melalui sub-sektor ekonomi kreatif melalui agenda pariwisata dan mencitrakan keunikan desa wisata sesuai potensi kearifan lokal masing-masing,” ujar Suparmono.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ini, agenda pariwisata sepanjang Oktober dan November 2021 menjadi momentum untuk kebangkitan desa wisata di Kabupaten Sleman, yang menjadi salah satu wilayah di Yogyakarta dengan wisatawan yang banyak.

Selanjutnya, menurut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pembenahan dan desa wisata tak boleh berhenti akibat pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi kunjungan wisatawan selama hampir dua tahun terakhir.

“Destinasi wisata harus tetap dijaga supaya punya daya tarik, seperti seni instalasi yang menguatkan citra dan ikon khas desa wisata di Sleman,” ujarnya.

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT