Penyerangan ke Pesantren Raudlatul Falah Sragen Sudah Terjadi 11 Kali
JOGLOSEMARNEWS.COM | 15/03/2018 12:55
Penyerangan ke Pesantren Raudlatul Falah Sragen Sudah Terjadi 11 Kali
Ilustrasi

SRAGEN - Aksi teror penyerangan oleh pria misterius yang melukai satu santri di Pondok Pesantren Raudlatul Falah Dukuh Karangdowo RT 26, Kecik,  Tanon,  Sragen Rabu (14/3/2018) seolah menguak aksi serupa yang sering dialami ponpes itu.  Menurut keterangan pimpinan sekaligus pengasuh Ponpes,  Ustadz Umar (55), aksi teror sebenarnya sudah sering dialami oleh Ponpesnya.

Saat ditemui Joglosemarnews.com Rabu (14/3/2018) malam,  Ustadz Umar menyampaikan sejak berdiri hampir 15 tahun,  ia mencatat sudah sering ada kejadian mengarah teror atau mengganggu aktivitas di pondoknya. Seperti lampu yang mendadak hilang dan dipecah,  atau saklar lampu di ruang tempat mengaji santrinya sering diketahui dirusak.

"Sudah sering tapi biasanya hanya ngrusak lampu atau saklar. Pernah begitu lampunya dirusak,  baru diganti sorenya sudah dirusak lagi. Herannya kejadiannya selalu ngepaske mau duhur, ashar atau magrib. Beberapa kali sempat dipergoki pelakunya tapi begitu dikejar sudah nggak kecandak," paparnya. Puncaknya, aksi teror itu terjadi Rabu (14/3/2018) ketika ada santrinya yang mendadak diserang dan dipukuli di dalam kamar saat berjaga.

Ia menduga pelaku penyerangan terkait dengan insiden pengrusakan lampu maupun saklar. "Kehilangan juga sering. Yang HP yang barang lain milik anak-anak. Tapi saya selama ini memang pilih diam," urainya. Hal itu juga dibenarkan oleh istrinya. Sang istri menimpali seingatnya,  hingga kini sudah 11 kali pondoknya mengalami semacam teror pengrusakan lampu hingga saklar. "Yang di bawah (tempat mengaji dan asrama santri) lima kali. Yang di atas (masjid)  sudah enam kali," terangnya.

Salah satu warga yang tinggal di depan ponpes,  Huda (22) membenarkan sudah sering terjadi teror pengrusakan lampu dan saklar di ponpes itu. Warga sekitar juga seringkali berusaha mengintai pelakunya. Akan tetapi seringkali pelaku beraksi di waktu yang tidak diduga yakni mendekati duhur,  ashar maupun magrib.

"Memang sering.  Bahkan pernah lampu dipasang sampai empat kali dirusak terus.  Pernah beberapa kali didedep (diintai)  bareng-bareng,  begitu ketahuan langsung lari ke arah sungai dan selalu hilang tak terkejar, " urainya.

Warga lain yang tinggal di samping Ponpes,  Yusuf (25) menuturkan dari beberapa kali memergoki,  hampir tak pernah bisa mendeteksi wajah pelaku. Sebab pelaku mengenakan pakaian tertutup dan penutup wajah menyerupai cadar. Sementara,  Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengaku sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi termasuk pengasuh Ponpes maupun santri Rabu (14/3/2018) malam pukul 22.00 WIB.

Ia tak menampik dari keterangan pengasuh Ponpes,  kejadian teror dalam bentuk pengrusakan lampu dan saklar memang sudah sering terjadi. "Kalau dari keterangan saksi yang kami tanya,  memang sudah beberapa kali ada kejadian pengrusakan lampu.  Pelakunya nggak pakai cadar,  tapi memang pakai penutup sehingga warga nggak sempat mengenali wajahnya. Ini masih kami dalami, " tegasnya. Wardoyo


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT