Warga Wonogiri Antre Tabung Gas Elpiji Sejak Pukul 5 Pagi
JOGLOSEMARNEWS.COM | 20/08/2021 19:15
Warga Wonogiri Antre Tabung Gas Elpiji Sejak Pukul 5 Pagi
Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Belakangan muncul fenomena baru berupa antrean tabung gas elpiji tiga kilogram di Wonogiri. Belum diketahui penyebab pasti adanya fenomena tersebut.

Namun yang jelas antrean tabung sudah mengular sejak pukul 05.00 WIB. Yang diantrekan adalah tabungnya, bukan orangnya. Ini untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Fenomena warga yang antre untuk membeli gas melon tersebut terjadi di salah satu pangkalan gas di sekitar kelurahan Wonokarto, tepat sekitar Stadion Pringgodani Wonogiri. Warga rela datang sebelum pangkalan gas itu dibuka untuk sekedar mengantrekan tabung gasnya yang kosong, Jumat (20/8/2021).

 Warga Gunung Kukusan Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri, Farida menyatakan ikut mengantrekan gasnya di pada Jumat (20/8) pagi. Menurut dia, antrean tabung gas yang berjejer di depan pangkalan itu sudah dimulai sejak pukul 05.00 WIB.

“Pangkalan buka sekitar pukul 07.30 tapi sejak jam 5 ada sudah antre disini biar dapat urutan paling depan,” kata dia.

Menurut Farida, tabung gas biasanya tiba pukul 10.00 WIB. Tiap orang mendapatkan satu tabung gas, bahkan terkadang ada juga yang pulang dengan tabung kosong karena terlambat mengantrekan tabung gasnya.

 “Kalau habis ya cari di lokasi lain. Tapi kadang cari di tempat lain juga ga ada. Disini harganya juga normal,” beber dia.

Dia berharap, agar tidak terjadi kelangkaan tabung gas melon. Sebab tabung gas juga merupakan kebutuhan pokok untuk keperluannya memasak.

Farida mengatakan, antrean itu mulai terjadi sekitar satu bulan yang lalu, saat mulai berjalannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Menurut dia, antrean tabung gas tiap harinya tidak berkurang namun malah bertambah panjang.

Guritno, salah satu karyawan di pangkalan gas itu menuturkan antrean tabung gas biasa ditemui di pangkalan itu usai Idul Fitri tahun ini. Namun saat itu, antreannya tak sebanyak seperti saat ini.

Antrean tabung gas melon saat ini semakin panjang sebelum Idul Adha lalu. Jumlah tabung yang diantrekan bahkan mencapai 70-an tabung.

“Kalau pasokan sebenarnya tiap hari ada terus. Saya juga tidak mengetahui secara pasti kenapa akhir-akhir ini banyak sekali yang mengantrekan tabung gas disini,” kata Guritno.

 

Pihaknya juga menerapkan harga normal meskipun tabung gas diburu. Sesuai aturan, harga eceran tertinggi (HET) gas melon di pangkalan itu adalah Rp 15.500.

“Kadang memang ada warga luar Wonokarto yang cari kesini. Tapi paling cuma di sekitar Wonokarto, Giriwono ada yang dari Kerdukepik (Kelurahan Giripurwo) juga pernah. Tapi nggak banyak, kebanyakan warga sekitar sini. Yang diantrekan memang tabungnya daripada bikin kerumunan to mas,” sebut Guritno.

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT