Untuk Bertahan Hidup, Kebun Binatang TSTJ Kini Andalkan Anggaran Pemkot untuk Operasional
JOGLOSEMARNEWS.COM | 12/08/2021 13:42
Untuk Bertahan Hidup, Kebun Binatang TSTJ Kini Andalkan Anggaran Pemkot untuk Operasional
Ilustrasi - Penerapan protokol kesehatan di Taman Satwa Taru Jurug di Solo, Jawa Tengah, saat masih beroperasi. Awal Februari 2021 ini telah diputuskan kebun binatang itu ditutup sementara dan karenanya mengalami kesulitan biaya pemeliharaan satwa dan gaji karyawan. (ANTARA/Aris Wasita)

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dampak penerapan PPKM Level 4, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo atau Kebun Binatang Jurug masih belum bisa menerima kunjungan masyarakat umum.

Direktur TSTJ Bimo Wahyu Widodo menyebut biaya pakan masih dibackup oleh Pemerintah Kota (Pemkot).

Berdasarkan data yang tertera dalam Menu dan Anggaran Pakan Satwa TSTJ Jurug, setiap bulannya pengelola harus mengeluarkan biaya kebutuhan pakan sebesar Rp 120 Juta. Jumlah tersebut digunakan untuk kebutuhan makan 77 jenis hewan.

“Kita setiap bulannya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 350 juta. Untuk pakan kita harus keluarkan Rp 120 juta dan sisanya untuk biaya operasional lainnya semisal gaji karyawan,” ungkap Bimo, Kamis (12/8/2021).

Bimo berharap agar TSTJ bisa kembali buka pada tanggal 10 Agusutus atau setelah masa perpanjangan PPKM tahap 3 ini selesai. Meski begitu pihaknya masih menunggu keputusan wali kota.

 

“Kalau kita disuruh terima pengunjung kita siap, nanti aturannya seperti apa kita terima. Kalau memang batasan usianya 5 tahun ya kita terima,” terangnya.

Menurut Bimo bulan Juni 2021 lalu adalah berkah bagi TSTJ karena bisa menerima pengunjung tanpa batasan. Pemasukan waktu itu bisa untuk bertahan hidup hingga saat ini, untuk biaya hidup selanjutnya pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Solo.

“Kalau tidak ada pandemi seperti tahun-tahun kemarin, TSTJ selalu mendapat keuntungan dari para pengunjung. Dalam kondisi ketidakpasitian seperti ini kita hanya bisa berkoordinasi dengan Pemkot selaku pemilik perusahaan. Dan kondisi saat ini masih baik-baik saja,” paparnya.

Sementara itu Kurator (Koordinator Keeper) TSTJ Onto Wiryo menuturkan Mulai bulan Maret hingga sekarang, tingkah laku satwa cenderung lebih tenang dan lebih produktif. 

joglosemarnews.com


BERITA TERKAIT