Potensi Tularkan Virus, Tradisi Padusan Menjelang Puasa di Sukoharjo Dilarang
JOGLOSEMARNEWS.COM | 08/04/2021 19:49
Potensi Tularkan Virus, Tradisi Padusan Menjelang Puasa di Sukoharjo Dilarang
Jogja Bay Waterpark di utara stadion Maguwoharjo, Sleman. TEMPO/Muh Syaifullah

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Padusan merupakan tradisi daerah Jateng menjelang puasa ramadhan. Namun demikian, padusan jelang puasa tahun ini dilarang digelar di Sukoharjo.

Sebenarnya bukan tahun ini saja, pelarangan padusan juga menjadi kebijakan Pemkab Kota Jamu pada ramadhan tahun lalu. Larangan ini sebagai upaya pengendalian penyebaran COVID-19.

Penjabat sementara (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Budi Santosa, Rabu (7/4/2021), mengatakan kebijakan terkait padusan sama seperti tahun lalu. Yaini acara padusan masih ditiadakan.

“(Padusan) dilarang,” kata Budi.

Dia mengiyakan bahwa padusan merupakan tradisi yang berlaku di sejumlah daerah di Jateng. Padusan, dilakukan dengan menyucikan diri dengan mandi besar saat menyambut datangnya ramadan.

Umumnya tradisi padusan dilakukan pada H-1 ramadan. Biasanya diselenggarakan secara beramai-ramai, seperti di pantai, kolam renang, sungai, maupun perairan lainnya.

Pihaknya khawatir mereka yang tengah melaksanakan tradisi padusan larut dalam euforia dan mengabaikan protokol kesehatan. Ini cukup beralasan mengingat saat di kolam renang mereka tidak memakai masker dan tidak jaga jarak.

“Resiko transmisi penularan COVID-19 besar,” jelas dia.

Untuk diketahui, sebelum pageblug alias pandemi, tradisi padusan di Sukoharjo banyak diikuti di kolam renang objek wisata Pacinan Batu Seribu yang berada di Kecamatan Bulu.

 

joglosemarnews.com