Ayah di Kebumen Pilih Mengakhiri Hidup Karena Tanggal Pernikahan Anak Tak Sesuai Weton
JOGLOSEMARNEWS.COM | 29/01/2021 15:00
Ayah di Kebumen Pilih Mengakhiri Hidup Karena Tanggal Pernikahan Anak Tak Sesuai Weton
Ilustrasi gantung diri. dailyhamdard.com

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang laki-laki inisial SY (52) Warga Desa Kedungwinangun Kecamatan Klirong digegerkan ditemukan meninggal dunia menggantung pada seutas tali yang disimpulkan pada kayu usuk dapur rumah, Senin (25/1/2021).

Ironisnya, korban meninggal menjelang pernikahan anaknya. Diduga kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena tak setuju dengan tanggal pernikahan anaknya dianggap tak sesuai dalam hitungan Jawa.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Sugiyanto mengungkapkan, peristiwa itu diketahui istrinya SL (47) sekitar pukul 03.45 WIB.

Suami awalnya pamit mau pergi ke belakang sekitar pukul 03.00 WIB. Namun sudah berselang waktu 30 menit tak kunjung kembali,” jelas Iptu Sugiyanto yang juga Plh Kapolsek Klirong.

Istri yang curiga lantas mencari suaminya, dan menemukan sudah keadaan menggantung di dapur.
Istrinya yang histeris, lantas teriak dan mengundang warga sekitar datang ke rumahnya.

Peristiwa ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Klirong. Dari hasil olah TKP, Polsek setempat bersama dengan INAFIS Polres Kebumen, polisi tidak menemukan tanda mencurigakan yang mengarah ke tindak pidana.

“Berdasarkan bukti-bukti di lapangan yang kami peroleh, kuat dugaan yang bersangkutan sengaja gantung diri,” terang Iptu Sugiyanto.

Penuturan keluarga, padahal dalam waktu dekat adalah waktu yang berbahagia bagi kedua putranya karena akan naik ke pelaminan.

Kuat dugaan yang bersangkutan mengakhiri hidupnya karena beban fikiran, dimana pernikahan putranya akan digelar tidak sesuai dengan hitungan penanggalan Jawa.

Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT