Derita Petani di Masa Pandemi, Harga Pupuk Subsidi Naik, Kuota Terus Berkurang Plus Masih Harus Beli Pupuk Non Subsidi
JOGLOSEMARNEWS.COM | 18/01/2021 14:10
Derita Petani di Masa Pandemi, Harga Pupuk Subsidi Naik, Kuota Terus Berkurang Plus Masih Harus Beli Pupuk Non Subsidi
Ilustrasi petani menanam bibit padi. ANTARA/Maulana Surya

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para petani di Karanganyar rame-rame buka suara keberatan dengan situasi pupuk bersubsidi saat ini.

Pasalnya tak hanya kesulitan mekanisme penebusan dan jatah yang makin berkurang, mereka juga dihadapkan dengan beban berat dengan kebijakan kenaikan pupuk subsidi oleh pemerintah sebesar Rp 400 perkilo atau Rp 20.000 perzak.

Keberatan salah satunya dilontarkan Ketua Gabungan Kelompok Tani 2 Desa Nangsri, Marno. Kepada wartawan, ia menyampaikan secara prinsip petani keberatan dengan kenaikan harga pupuk bersubsidi itu.

Sebab hal itu akan makin membebani petani di tengah situasi pupuk bersubsidi yang alokasinya kian tahun makin berkurang.

“Bagaimana nggak keberatan. Sudah kuotanya dikurangi terus, ini malah harganya malah dinaikkan,’’ ujarnya.

Senada, Wiyono, petani di Desa Nangsri menuturkan kenaikan Rp 400 per kilogram untuk pupuk urea itu teramat memberatkan.

Tak hanya dirinya, petani lain pun diyakini juga akan bersuara serupa mengingat problem pupuk selama ini sudah cukup menyulitkan petani.

‘’Bayangkan Mas, kenaikannya Rp 400 per kilogram. Kalau 1 sak urea itu 50 kilogram. Jadinya kenaikan Rp 20 000. Itu memberatkan,’’ kata Wiyono.

Belum lagi, ia juga masih harus membeli pupuk non subsidi yang harganya 2 kali lipat lebih mahal dari pupuk subsidi, akibat terbatasnya pupuk subsidi yang ada.

Hal itu ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lahan dari beberapa sawah garapan yang ia kerjakan.

"Saya membeli pupuk subsidi 2 kali tiap masa tanam harganya Rp 110.000. Masih ditambah beli pupuk non subsidi harganya Rp 290.000,’’ terang Wiyono.

Suara hati petani itu mencuat menyikapi adanya kebijakan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah mengeluarkan SK kenaikan harga pupuk bersubsidi.

Untuk HET pupuk bersubsidi jenis urea, jika tahun lalu per 1 kilogram harganya Rp 1.800,00, maka tahun ini naik menjadi Rp 2.250,00 per kilogram. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT