70 Tenaga Kesehatan di Semarang Absen Saat Pemberian Vaksin Covid-19
JOGLOSEMARNEWS.COM | 18/01/2021 11:10
70 Tenaga Kesehatan di Semarang Absen Saat Pemberian Vaksin Covid-19

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Vaksinasi Covid-19 hari pertama di Jateng, Kamis (14/1/2021), diikuti oleh 800 orang tenaga kesehatan (nakes). Vaksinasi itu dilakukan di 68 fasilitas kesehatan, mulai dari Pusat Kesehatan Masyarakat, Rumah Sakit, Balai Kesehatan Masyarakat, dan klinik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo, dalam konferensi pers daring, Kamis (14/1/2021) sore.

Menurutnya, ratusan nakes yang berhasil diimunisasi ada di dua kota, yakni Semarang dan Solo.

Sementara, di Kabupaten Semarang, terdapat kendala teknis yang menyebabkan proses regestrasi ulang pada aplikasi milik KPCPEN (Komisi Penanggulangan Covid-19 untuk Pemulihan Ekonomi Nasional), bermasalah.

“Belum semua mendaftar ulang. Di tiga daerah itu (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Surakarta) ada gangguan sistem. Terutama di Kabupaten Semarang agak terganggu namun sekitar 30 menit yang lalu sudah oke lagi. Itu karena ada perbaikan di aplikasi dari pusat,” paparnya.

Hasilnya, di Kabupaten Semarang, nakes calon penerima imunisasi belum bisa mendaftar ulang dan melakukan vaksinasi, pada hari pertama.

Namun, menurut Yuli, ada enam orang pejabat daerah Kabupaten Semarang, yang telah menerima suntikan perdana vaksin Covid-19 produksi Sinovac.

Yuli merinci, dari 800 orang nakes yang telah divaksinasi, terdapat mereka yang belum layak menerima suntik vaksin. Adapula, mereka yang tidak hadir padahal sudah menerima jadwal imunisasi di hari tersebut.

“Kota Semarang yang daftar (ulang) 601 orang, sebanyak 470 (orang) melakukan suntik vaksin. Ada 61 orang ditunda karena alasan kesehatan, dan tak hadir sebanyak 70 orang. Sementara di Solo dari total 366 orang, sebanyak 330 orang divaksin, 18 orang ekslusi (dikeluarkan dari daftar), sedangkan 18 (orang) lagi ditunda,” terang Yuli.

Adapun, rincian fasilitas kesehatan yang melayani adalah 37 Puskesmas, tujuh rumah sakit dan satu Balkesmas di Kota Semarang. Sementara di Kota Surakarta ada tujuh puskesmas, 15 rumah sakit, serta satu klinik yang melakukan suntik vaksin kepada nakes.

Ia menyebut, belum menerima laporan detail terkait absennya 70 orang di Kota Semarang yang seharusnya menerima suntik imunisasi. Bisa jadi, karena yang bersangkutan ada kepentingan atau tugas.

Yuli berharap, mereka yang tidak hadir dalam penyuntikan vaksin di hari perdana bisa menjalaninya pada penjadwalan ulang.

“Kami akan klarifikasi dulu, alasannya apa. Kalau alasan tak bisa dipertanggungjawabkan tentunya ada langkah berikutnya. Bisa berupa persuasi atau edukasi. Untuk langkah represif itu langkah paling belakang,” tegas Yuli. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT