Nasib Pilu Janda Bripka Slamet Mulyono, Suami Tewas Saat Patroli, Kini Diminta Meninggalkan Asrama Polisi
JOGLOSEMARNEWS.COM | 14/01/2021 11:20
Nasib Pilu Janda Bripka Slamet Mulyono, Suami Tewas Saat Patroli, Kini Diminta Meninggalkan Asrama Polisi
erwakilan penghuhi Aspol Beskalan, Banjarsari, Solo saat mendatangi Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Rabu (13/1/2021). Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Sungguh malang nasib Nurul Chairiyani. Cobaan seolah datang bertubi-tubi kepadanya yang belum lama ini menjanda.

Belum lama ditinggal mati sang suami, kini dirinya dan ketiga anaknya terancam kehilangan rumah yang telah ditempatinya selama lebih dari 10 tahun.

Nurul adalah istri dari almarhum Bripka Slamet Mulyono, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kalijambe yang meninggal 13 Desember 2020 lalu akibat mobil patroli yang ditumpanginya tertabrak kereta api Brantas di perlintasan tanpa palang pintu di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Kini, setelah sebulan menjanda, Nurul kembali mendapat cobaan. Dirinya termasuk dalam 30 keluarga penghuni Asrama Polisi (Aspol) Beskalan, Solo, yang diminta meninggalkan tempat tinggal mereka.

Nurul diminta sudah mengosongkan tempat tinggalnya di RT03 RW03 Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo itu dalam kurun waktu tujuh hari.
 

“Tanpa sosialisasi, tanpa ada rembugan sebelumnya, secara mendadak kita diminta mengosongkan lahan. Waktu yang diberikan juga singkat, cuma 7 hari,” kata Nurul.

Mereka yang diminta meninggalkan Aspol Beskalan itu memang berstatus janda dan pensiunan Polri.

“Kemarin sempat diskusi, namun tidak mendapat jalan tengah. Padahal beliau-beliau ini berperan dalam menjaga NKRI. Seperti suami saya, yang meninggal dalam tugas,” katanya.

Nurul yang hampir kehilangan harapan itu pun mendatangi Balai Kota Surakarta bersama para keluarga yang diminta meninggalkan Aspol. Kedatangan mereka adalah untuk bertemu dengan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan berharap mendapatkan solusi atas cobaan yang mereka alami.

“Kami benar-benar bingung dengan masalah ini, dan meminta solusi terbaik. Semoga setelah bertemu pak wali bisa dapat jalan tengah,” tuturnya.
 

Saat inside kecelakaan tertabrak kereta api pada 13 Desember 2020 lalu, almarhum Bripka Slamet bukan korban satu-satunya. Ada dua orang lainnya yang juga meninggal dunia, yakni Aipda Samsul Hadi (57) dan Pelda Eka Budi (50). Prabowo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT