Kapolda Jateng Imbau Pengikut Abu Bakar Baasyir Tak Melakukan Penjemputan
JOGLOSEMARNEWS.COM | 05/01/2021 11:00
Kapolda Jateng Imbau Pengikut Abu Bakar Baasyir Tak Melakukan Penjemputan
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi. Foto/Humas Polda

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Abu Bakar Baasyir, terpidana kasus terorisme, akan bebas dari Lapas Gunung Sindur pada Jumat 8 Januari 2021 mendatang.  Abu Bakar Baasyir bebas setelah menjalani masa pidana. Ia divonis bersalah dan dihukum penjara selama 15 tahun oleh oleh majelis hakim pada 2011 silam.

Sebagai antisipasi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengimbau kepada pengikut dan jemaah Abu Bakar Baasyir  agar jangan sampai ada pengawalan yang menimbulkan kerumunan.

“Bila ada kerumunan saat penjemputan segera bubarkan. Berikan himbauan kepada pengikutnya agar tidak melakukan penjemputan,” kata Kapolda, Senin (4/1/2021).

Kapolda menjelaskan jajaranya akan membuat pos gugus tugas yang terdiri atas anggota TNI, Polri, Satpol PP untuk mencegah terjadinya kerumunan saat Abu Bakar Baasyir bebas pada Jumat 8 Januari 2021.

Sehingga apabila ada kerumunan, kata Ahmad Luthfi, gugus tugas tersebut dapat segera diambil tindakan dan bubarkan.

Polda Jateng, kata dia, tidak menurunkan personel secara khusus saat kedatangan Abu Bakar Ba’asyir di Jawa Tengah. Pihaknya tidak akan melakukan pengamanan dengan mengerahkan anggota Polri yang berlebihan, namun tetap mengatur arus lalu lintas.

“Tidak ada pengamanan khusus terhadap bebasnya Abu Bakar Ba’asyir, namun kami mengingatkan pada para penjemput harus patuhi Prokes. Tim Gugus Covid akan bertindak tegas.” tutup Kapolda.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Imam Suyudi menyebutkan, Abu Bakar Ba’asyir mendapat total remisi sebanyak 55 bulan yaitu remisi umum, dasawarsa, khusus, Idul Fitri dan remisi sakit.

Diketahui, Ba’asyir divonis 15 tahun hukuman penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011. Putusan itu tak berubah hingga tingkat kasasi.

Ba’asyir, yang merupakan pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jateng, itu terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme. (*/Wardoyo)

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT