Perseteruan Bisnis 2 Kakek-Nenek di Balik Berondongan 8 Tembakan ke Mobil Alphard di Solo
JOGLOSEMARNEWS.COM | 04/12/2020 09:20
Perseteruan Bisnis 2 Kakek-Nenek di Balik Berondongan 8 Tembakan ke Mobil Alphard di Solo
Mobil Toyota Alphard milik pengusaha Solo yang diberondong tembakan, diamankan di Mapolresta Surakarta. Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan aksi penembakan yang menimpa sebuah mobil Toyota Alphard bernomor polisi AD 8945 JP bermotif bisnis.

Pelaku bernisial LJ (72) memberondong dengan delapan tembakan di kawasan Jalan Monginsidi, Banjarsari, Rabu (02/12/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Sementara ini motifnya adalah bisnis. Namun untuk lebih lanjut masih kita dalami,” kata Ade Safri saat ditemui di Rumah Dinas Walikota Solo, Kamis (03/12/2020).

Ade Safri memaparkan, saat ini penyidikan masih berlanjut dan kepolisian masih mengembangkan perkara tersebut. Hingga saat ini, sudah ada enam orang yang diperiksa sebagai saksi.

“Kita periksa baik saksi yang melihat maupun yang terlibat dalam kejadian itu. Istri pelaku ini merupakan adik dari korban,” paparnya.

Untuk pengembangan penyidikan, Ade Safri menyebut pihaknya menggeledah kediaman tersangka. Hasilnya, ditemukan satu senapan panjang.

“Senapan sementara kami sita dan kami titipkan ke gudang Sat Intelkam Polresta Surakarta. Senjata api memang berijin, tapi kami fokus pada kasus tindak pidana,” tutur dia.

“Tersangka saat ini kami tahan di Mapolresta Solo. Sebelumnya dalam catatan kepolisian, LJ tidak pernah melakukan tindak pidana,” tegas mantan Kapolres Karanganyar tersebut.

Saat ini, barang bukti seperti mobil, senjata api dan peluru diamankan di Mapolresta Surakarta. Pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan serta Undang-Undang darurat terkait kepemilikan Senjata.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , kejadian itu bermula saat korban berinisial I (72) seorang pengusaha warga Tegalharjo, Jebres, Surakarta bersama sopirnya, K (42) mengendarai mobil Toyota Alphard tersebut dari rumah menuju Hotel Royal Herritage di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta. Pada saat melintas di depan Gereja Kepunton, korban tiba-tiba dihentikan oleh pelaku bersama istri dan diajak menuju ke gudang sebuah rokok di Jalan Monginsidi, Gilingan, Banjarsari, Surakarta.

“Pelaku ini bersama korban lantas berada dalam satu mobil menuju sebuah lokasi yang akan dikunjungi,” kata Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak didampingi Kasatreskrim, AKP Purbo Adjar Waskito, Selasa (02/12/2020).

Sesampainya di lokasi, pelaku turun dari mobil dan menyuruh sopir membantu mengangkat barang, namun saksi tidak mau. “Karena merasa curiga dengan gelagak pelaku, sopir langsung menjalankan mobilnya. Apalagi si sopir ini juga melihat pelaku membawa senjata api di perut,” tuturnya.

Saat mobil hendak pergi, pelaku langsung menembaki mobil sebanyak delapan kali tembakan dan mengenai samping kanan sebanyak 4 bekas tembakan, samping kiri 2 bekas tembakan, depan 1 bekas tembakan dan belakang 1 bekas tembakan.

“Di dalam mobil itu juga masih ada istri dari pelaku. Mobil kemudian dibawa si sopir ke Mako Brimob Den C untuk mengamankan diri. Sementara pelaku kita amankan kurang dari dua jam di sebuah agen bus di Jaten,” tegas Ade Safri.

Saat ini, barang bukti seperti mobil, senjata api dan peluru diamankan di Mapolresta Surakarta. Pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan serta Undang-Undang darurat terkait kepemilikan Senjata.
Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , antara pelaku dengan korban konon masih bersaudara dan terlibat bisnis bersama. Aksi penembakan itu diduga karena buntut dari perselisihan antara keduanya. Prabowo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT