Sopir Mobil Dinas Fortuner Berpeluang Jadi Tersangka dalam Kecelakaan Maut yang Tewaskan Wakil Ketua DPRD Pekalongan
JOGLOSEMARNEWS.COM | 22/10/2020 10:00
Sopir Mobil Dinas Fortuner Berpeluang Jadi Tersangka dalam Kecelakaan Maut yang Tewaskan Wakil Ketua DPRD Pekalongan
ondisi mobil dinas Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Nunung Sugiantoro ringsek usai kecelakaan maut di tol Sragen, Selasa (20/10/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasatlantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti mengungkapkan kemungkinan Syaiful Huda sopir mobil Fourtuner sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Nunung Sugiantoro, 40 tahun, di km 542 Jalan Tol Sragen-Ngawi pada Selasa 20 Oktober 2020.

“Ada kemungkinan mengarah (tersangka). Karena kan beberapa faktor penyebab kecelakaan salah satu ada human error, lalainya si pengemudi," kata AKP Ilham Syafriantoro Sakti kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Rabu 21 Oktober 2020.

Ilham mengatakan pihaknya mengintensifkan penyelidikan kasus kecelakaan maut Nunung Sugiantoro yang juga Ketua DPC Gerindra Pekalongan itu.

Saat ini, kata dia, polisi masih menunggu perkembangan kondisi pengemudi untuk dilakukan pemeriksaan. Selain menewaskan Nunung, Syaiful juga luka parah dan patah kaki. Syaiful saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Laporan sementara untuk pengemudi belum bisa kita mintai keterangan. Masih syok dan kondisi fisiknya juga belum memungkinkan kondisi kesehatannya,” terangnya.

Ilham menyampaikan pihaknya juga akan melihat ada tidaknya kemungkinan faktor lain sebagai penyebab kecelakaan. Termasuk memeriksa kondisi kelaikan kendaraan yang mengalami kecelakaan.

“Nanti hasil penyidikan lebih lanjut seperti apa, apakah murni kesalahan pengemudi atau ada faktor lain, kita belum bisa kasih kesimpulan,” paparnya.

Petugas juga akan mendatangkan ahli yang akan dimintai keterangan terkait kondisi kendaraan. Jika hasil pemeriksaan menyatakan kendaraan tersebut laik jalan maka kemungkinan pengemudi akan dijadikan tersangka.

“Kendaraan nanti kita cek fungsi rem dan sebagainya. Nanti kita juga menghadirkan saksi ahli, kita mintai keterangan hitam di atas putih. Jika surat keterangan ahli menyatakan kondisi (kendaraan) prima, kenapa tidak (tersangka)?” urainya.

Ilham menegaskan proses hukum akan terus berjalan, meskipun jika nanti keluarga korban tidak menuntut. Menurutnya hal itu akan menjadi pertimbangan dalam persidangan nanti.

“Prinsipnya seperti itu, adanya perdamaian atau tidak adanya tuntutan tidak mengugurkan proses hukum. Itu akan meringankan putusan hakim,” tandas Kasat Lantas. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT