Bripda Roso Sejati, Polisi Muda di Satuan Lalu Lintas Sisihkan Gaji, Pasok Air Bersih ke Desa-desa Terpencil yang Kekeringan
JOGLOSEMARNEWS.COM | 06/10/2020 16:20
Bripda Roso Sejati, Polisi Muda di Satuan Lalu Lintas Sisihkan Gaji, Pasok Air Bersih ke Desa-desa Terpencil yang Kekeringan
Bripda Muchamad Roso Sejati saat menyalurkan bantuan air bersih ke warga di desa terpencil di Gilirejo Lama, Miri, Senin (5/10/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musibah kekeringan yang melanda sebagian warga Sragen, memantik empati dari salah satu anggota Polres Sragen.

Adalah Bripda Muchamad Roso Sejati, anggota Satuan Lalu Lintas yang tergerak untuk melakukan aksi sosial membantu air bersih ke beberapa warga di wilayah krisis air, Senin (5/10/2020).

Tanpa komando, polisi muda itu berinisiatif menyumbang empat tangki air bersih ke warga di Miri dan Mondokan. Dia terjun sendiri menyalurkan bantuan itu sembari menyambangi dan memotivasi warga yang sudah berbulan-bulan merindukan air itu.

Ia mengaku rela menyisihkan uang pribadinya dari gaji sebagai anggota polisi untuk membeli air bersih. Kemudian air bersih itu disalurkan ke warga Dukuh Tlebuk RT 19 dan Dukuh Sidorejo, RT 20, Desa Jekani, Kecamatan Mondokan dan warga Miri.

Anak-anak mandi ramai-ramai. Foto/Wardoyo

Droping air bersih ia lakukan lantaran dirinya sudah tak tahan lagi melihat masyarakat mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di musim kemarau seperti ini.

“Alhamdulillah, semoga air ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan Mas. Kalau kegiatan sosial ke masyarakat setiap bulan biasanya bingkisan sembako. Tapi kali ini saya alihkan ke air bersih karena saat ini musim kemarau sebagian masyarakat mengalami kesulitan air,” ucap Bripda Roso di sela droping air bersih di Desa Gilirejo Lama, Miri.

Roso menuturkan selain tergerak melihat penderitaan warga, aksi sosial itu ternyata juga termotivasi oleh petuah dari salah satu petinggi Polri.

Yakni Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan yang saat ini menjabat sebagai As SDM Kapolri. Ucapan dan petuah Sutrisno yang masih terngiang di benak Roso itu adalah “Mumpung dadi polisi tulungen wong sak akeh-akehe. Muga-muga Gusti Allah tulung awakmu kan keluargamu.” (Mumpung jadi polisi, bantulah orang sebanyak-banyaknya. Semoga Allah membantumu dan keluargamu”.

Tidak hanya itu, pesan agar selalu membantu orang miskin yang disampaikan oleh almarhum kakeknya, juga menguatkan jiwa sosialnya untuk selalu berupaya membantu warga yang membutuhkan.

“Pesan Simbah, apa wae pegaweane nek dilakoni kanthi ikhlas, Insya Allah berkah, ltu pesan almarhum Mbah Kakung sama Mbah Putri seperti itu sejak belum jadi polisi sampai jadi polisi. (Pesan nenek, apapun pekerjaannya kalau dijalani dengan ikhlas Insya Allah berkah,” bebernya.

Bripda Roso Sejati. Foto/Wardoyo

Wulandari (32) warga Desa Gilirejo Lama, Miri mengaku sangat terbantu akan bantuan droping air bersih di desanya. Menurutnya sudah 3 bulan dirinya dan warga yang lain kesulitan air bersih akibat sumber-sumber air mengering.

Ia pun tak lupa bersyukur dan berterimakasih atas kepedulian Bripda Roso.

“Terimakasih banyak Pak Polisi sudah membantu kami, jauh-jauh dari sragen membawakan air ini untuk kami. Sudah 3 bulan kami kesulitan air, untuk air sehari-hari kita beli galonan itu harganya cukup mahal, Rp 4.000 pergalon,” ujarnya.

Rencananya air bantuan itu akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti memasak, minum dan mandi. Gelontoran droping dari Bripda Roso juga membawa kesejukan bagi belasan anak-anak di desa terpencil Sragen itu.

Melihat air melimpah, mereka yang sudah dua hari tak mandi, langsung mendekat dan sempat meminta izin untuk mandi beramai-ramai.

“Rasanya enak seger, airnya dingin banget. Iya saya dah dua hari tidak mandi soalnya tidak ada air, ini tadi bisa mandi karena ada air dari Pak Polisi.” kata Ibra (13) bocah yang masih duduk dibangku SMP di wilayah kecamatan Miri.

Sekdes Gilirejo Lama, Parsidi mengapresiasi kegiatan droping air bersih yang dilakukan di wilayahnya. Ia mengakui di desanya ada 4 dukuh yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih tiap kemarau tiba.

“Kami sangat terbantu sekali bagi masyarakat kami yang saat ini mengalami kekeringan. Dengan bantuan air bersih ini, bisa membantu mencukupi kebutuhan air tiga sampai 4 hari ke depan. Mereka tidak ke ladang atau beli air, karena sudah dibantu oleh anggota kepolisian Polres Sragen tadi,” ujarnya. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT