Kisah Pebisnis yang Jatuh Bangkrut, Jual Rumah untuk Tutup Utang, Kini Terancam Dipenjara
JOGLOSEMARNEWS.COM | 30/09/2020 10:10
Kisah Pebisnis yang Jatuh Bangkrut, Jual Rumah untuk Tutup Utang, Kini Terancam Dipenjara
Suranto (53), warga Gedongan Rt 02/04, Colomadu, Karanganyar saat diperiksa polisi. Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM — Apes benar nasib Suranto (53), warga Gedongan Rt 02/04, Colomadu, Karanganyar. Bagaimana tidak, sudah usahanya bangkrut, lalu menjual tanah untuk menutup utang serta untuk modal usaha, ternyata malah terancam 5 tahun penjara.

Setelah usahanya bangkrut tahun 2014 silam ia menjual tanah dan bangunan senilai Rp 765 juta kepada Didik (45) warga Solo, dengan sistem pembayaran bertahap.

Pada tahap pertama sebagai tanda jadi Rp 3 juta, tahap kedua Rp 3 juta dan tahap ketiga hingga tahap ketujuh, Suranto mengaku sudah dibayar via transfer Rp 683 juta sehingga menurutnya, masih terdapat kekurangan pembayaran Rp 82 juta.

“Selama tiga tahun saya menagih kekurangan tersebut sekaligus untuk balik nama, tapi selalu gagal,” ujarnya.

Menurut pengakuan Suranto, pembeli justru merasa bahwa pembayaran untuk melunasi pembelian rumah itu hanya kurang Rp 2 juta saja. Padahal Suranto masih ingat betul pembayaran masih kurang Rp 82 juta. Sejak itulah problem mulai muncul antara Suranto dengan Didik.

Lantaran bingung dan emosi, Suranto gelap mata nekad menggadaikan sertifikat rumah tersebut kepada pihak ketiga senilai Rp150 juta. Padahal sertifikat rumah itu sedang dalam proses jual beli dengan Didik walau belum lunas.

Namun Suranto nekad menggadaikan sertifikat dengan syarat, jika tidak mampu menebus sertifikat tersebut jangka waktu setahun, secara otomatis status sertifikat menjadi hak milik penggadai.

Kesepakatan gadai di notaris dengan format Perikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB) di depan Notaris. Artinya, jika dalam jangka waktu yang ditentukan tidak mampu menebus, maka sertifikat secara otomatis menjadi hak milik penggadai.

Tahu bahwa sertifikatnya sudah digadaikan, Didik selaku pembeli dan sudah membayar lebih dari 75 persen pun akhirnya melaporkan kasus itu kepada polisi.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono didampingi Kasubag Humas Polres Karanganyar Ipda Agung mengaku terus mengembangkan kasus tersebut.

“Tersangka dijerat Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tandasnya. Beni Indra

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT