Cerita Wartawan Diundang Konferensi Pers Malah Diomel-omeli Kuasa Hukum Keraton Surakarta
JOGLOSEMARNEWS.COM | 24/09/2020 10:00
Cerita Wartawan Diundang Konferensi Pers Malah Diomel-omeli Kuasa Hukum Keraton Surakarta

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Belasan wartawan dari berbagai media baik media cetak, elektronik dan online walk out atau meninggalkan area konferensi pers yang diadakan Keraton Surakarta, Rabu (23/9/2020). Hal itu mereka lakukan setelah pihak Pakubuwono XIII Hangabehi marah-marah dan menuding wartawan tidak menjalankan kerja jurnalistik secara benar.

Salah satu awak media dari Timlo.net, Rosid mengaku dirinya tersinggung dengan tudingan pihak Pakubuwono XIII Hangabehi, melalui Kuasa Hukumnya, Ferry Firman Nurwahyu tersebut. Tudingan dari pihak Keraton tersebut adalah kerja para wartawan itu berat sebelah atau tidak cover both side dalam memberitakan konflik keraton selama ini.

Rosyid mengatakan seharusnya jika tidak puas dengan pemberitaan media sebaiknya menggunakan prosedur yang benar. “Bukan marah-marah di depan publik, sebaiknya jika ada ketidakpuasan terhadap tulisan wartawan bisa menempuh tahapan-tahapan sesuai aturan. Misalnya hak jawab dan seterusnya,” katanya.

Dia sendiri mengakui pernah menuliskan beberapa berita terkait keraton dan menegaskan sudah berusaha untuk melakukan prinsip cover both side tersebut dengan cara mengkonfirmasi ke pihak keraton. “Kalau berita berkaitan dengan pihak Sinuhun, saya selalu mencoba mengkonfirmasinya. Setidaknya melakukan kontak dengan pihak terkait. Tapi selama ini tidak ada respon,” ujarnya.

Keraton menuding media tidak melakukan prinsip cover both side terkait pemberitaan Keraton Surakarta sejak tanggal 1 Agustus hingga 21 September 2020.

Ditambahkan Rosyid, yang membuat dirinya dan temen-teen wartawan lain tersinggung yaitu cara penyampaian informasi terkait hal itu dilakukan dengan ngomel-ngomel oleh kuasa hukum.

“Masalahnya cara penyampaiannya dengan cara ngomel-ngomel ke teman-teman yang datang ke acara konferensi pers. Padahal kan sebelumnya hanya membahas berita salah satu media. Tapi kemudian disebut dengan kata “kalian-kalian”, seolah-olah kita semua salah,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan wartawan elektronik, Mulato dari RRI. Menurutnya, sejak awal dirinya datang menghadiri agenda konferensi pers tersebut karena berpikiran pihak keraton akan mengadakan sebuah kegiatan atau informasi lainnya. “Saya sendiri ya bingung, wong kita diundang kok. Malah mau disomasi dan dimarahi. Ini kan lucu,” tukasnya.

Akibat penyampaian yang tidak mengenakkan dan menyudutkan wartawan, akhirnya mereka memilih meninggalkan area konferensi pers. Para wartawan menyayangkan pola komunikasi yang dibangun keraton dengan media.

Seperti diketahui, beredar undangan di kalangan awak media yang bertugas di Solo dari pihak keraton Solo pada Selasa (22/9/2020). Dalam undangan ya g tersebar lewat aplikasi whatsapps tersebut disebutkan bahwa pihak keraton Solo mengundang rekan wartawan dari semua media cetak elektronik maupun online pada Rabu (23/9/2020), pukul 09.30 WIB, di Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Namun sayangnya tidak ditulis keperluan dalam undangan tersebut. Sebaliknya, hanya ditambahkan di bagian paling bawah undangan “untuk kejelasan lebih lanjut akan diinformasikan besok setelah kumpul di tempat”. Prihatsarih

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT