Mayat Perempuan Berpakaian Lengkap Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo, Wajah Nyaris Tak Bisa Dikenali
JOGLOSEMARNEWS.COM | 09/09/2020 10:10
Mayat Perempuan Berpakaian Lengkap Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo, Wajah Nyaris Tak Bisa Dikenali
Tim relawan dan gabungan TNI Polri saat mengevakuasi jasad perempuan misterius yang ditemukan mengambang di Bengawan Solo Klandungan Ngrampal Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di bantaran Sungai Bengawan Solo tepatnya di Dukuh Klandungan RT 9, Kecamatan Ngrampal, Sragen digemparkan dengan penemuan mayat perempuan.

Mayat perempuan misterius itu ditemukan mengambang di aliran sungai dukuh setempat, Selasa (8/9/2020) pagi pukul 08.30 WIB. Saat ditemukan kondisinya sudah membusuk dengan wajah nyaris tak dapat dikenali.

Data yang dihimpun di lapangan, mayat perempuan tanpa identitas itu ditemukan oleh salah satu warga yang hendak mengecek mesin pompa air di sawahnya.

Warga itu kemudian curiga dengan bau busuk menyengat dari arah sungai. Setelah dicari, ternyata bau busuk itu menuntun pada mayat perempuan yang mengapung di dekat tepian.

“Tadi ada warga yang mencium bau busuk di dekat sungai. Setelah dicari ternyata ada mayat mengambang itu. Tapi yang jelas bukan warga sini,” ujar Kadus Klandungan, Suprapto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (8/9/2020).

Kapolsek Ngrampal, AKP Lukman Tri Novianto menguraikan jasad korban ditemukan dalam keadaan masih berpakaian lengkap. Namun kondisinya sudah rusak dan mengeluarkan bau menyengat.

Tubuh korban sudah melepuh dan wajahnya nyaris tak dapat dikenali lagi. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan identitas apapun di tubuh korban.

“Dari keterangan dokter, kemungkinan sudah meninggal tiga hari yang lalu. Karena kondisinya sudah melepuh dan wajahnya nggak bisa dikenali. Tapi pakaiannya masih lengkap. Tidak ada tanda kekerasab atau penganiayaan,” paparnya.

Menurut Kapolsek, penemuan mayat itu bermula dari laporan warga yang curiga ada bau menyengat dari arah sungai. Setelah dicari ternyata ada mayat yang mengambang.

“Kemudian kami bersama tim relawan ada dari PMI, BPBD dan relawan lain menuju lokasi dan mengevakuasi jasad korban. Saat ini posisi korban masih di ruang jenazah RSUD Sragen,” tukasnya.

Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno menambahkan proses evakuasi pihaknya menerjunkan tim dengan pakaian APD lengkap. Setelah dievakuasi jenazah dibawa ke RSUD dengan ambulans PMI Sragen. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT