Pembajakan Akun Whatsapp Bupati Karanganyar Bermula dari Kode Verifikasi Grup WA Covid-19
JOGLOSEMARNEWS.COM | 04/09/2020 13:00
Pembajakan Akun Whatsapp Bupati Karanganyar Bermula dari Kode Verifikasi Grup WA Covid-19

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Karanganyar, Juliyatmono akhirnya angkat bicara soal kasus pembajakan akun whatsapp (WA) pribadinya.

Yuli, sapaan akrabnya, mengaku sama sekali tak menyangka bakal ada oknum yang menjahili dan memanfaatkan akun WA miliknya untuk melakukan penipuan.

Anggota DPR RI

Kepada wartawan, Yuli menceritakan kejadian berawal ketika pukul 14.30 WIB kemarin, dirinya dalam perjalanan pulang dari kegiatan di Tawangmangu.

“Sekitar jam 14.30 WIB sore itu, ada WA masuk ke HP saya. WA itu menggunakan nama petinggi partai Golkar juga salah satu Ketua Komisi di DPR RI inisialnya D. Fotonya di DP juga ada namanya beliau,” paparnya.

Kode Verifikasi

Kemudian dari WA itu mengirim pesan bahwa akan dibuat WhatsApp Group covid- 19 dan bupati akan dimasukkan dalam grup itu. Ada petunjuk untuk memasukkan kode sebagai verifikasi.

Serta merta, bupati mengaku sama sekali tak menaruh curiga. Dalam benaknya, ia berfikir karena masa pandemi, WA grup itu dianggapnya untuk memantau perkembangan covid-19 dan sebagainya.

“Saya dapat kode, sekali memasukkan waktu itu memang salah. Dan dijawab lagi kodenya salah. Itu makin meyakinkan saya seolah-olah ini memang benar. Terus ada balasan kode dan saya masukkan kodenya betul seperti dalam sms. Ya sudah itu saja,” urainya.

Pesan Minta Pinjaman

Keanehan baru ia rasakan ketika selang 2 jam kemudian, akun WA-nya mendadak tak bisa digunakan. Kecurigaannya menguat ketika satu dua kemudian muncul ada yang menggunakan WA atas namanya untuk meminta uang.

Modusnya meminta bantuan atau pinjaman uang dikirim ke rekening tertentu.

“Serta merta jreettt langsung saya melalui berbagai cara saya tulis di FB bahwa WA saya sedang dibajak orang tidak dikenal. Kalau ada yang menerima pesan WA, abaikan saja jangan dilayani. Sore itu juga saya langsung laporkan ke polisi,” tukasnya.

Menurut bupati, sudah ada 2 orang yang terjebak dan mengirimkan uang sebesar total Rp 8 juta. Dalam pesan WA yang disebar oknum pembajak, modusnya minta tolong dipinjami uang antara Rp 3-5 juta dan diminta transfer rekening.

Saat ini kasus itu sudah dilaporkan dan ditangani Polres Karanganyar. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT