Bupati Yuni Terancam Jadi Calon Tunggal di Pilkada Sragen, Teka Teki Rekomendasi Gerindra Jadi Bursa Taruhan
JOGLOSEMARNEWS.COM | 26/08/2020 10:50
Bupati Yuni Terancam Jadi Calon Tunggal di Pilkada Sragen, Teka Teki Rekomendasi Gerindra Jadi Bursa Taruhan
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menunjukkan SK Rehabilitasi keanggotaannya sebagai kader PDIP yang diterbitkan DPP PDIP, Kamis (23/1/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sepekan menjelang pendaftaran bakal calon dari partai politik di Pilkada Sragen, situasi perpolitikan di Bumi Sukowati masih terlihat adem ayem.

Belum adanya sikap jelas dari dua partai pemilik kursi tersisa yakni PKS dan Gerindra membuat sebagian pihak meyakini bahwa Pilkada Sragen bakal melenggang dengan hanya satu paslon alias lawan kotak kosong.

Namun sikap dingin yang ditunjukkan dua partai yang pernah mengusung dan memenangkan Kusdinar Untung Yuni Sukowati (petahana dan saat ini maju dari PDIP) itu rupanya juga membuat sejumlah kalangan dan pelaku politik Sragen penasaran.

Bahkan, belakangan rekomendasi dari Gerindra justru menjadi bahan baru untuk para pembotoh bertaruh.

“Iya hari ini tadi santer beredar kalau Pak Sukiman dapat rekom dari Gerindra. Ada yang percaya ada yang enggak. Makanya semua pada bingung. Tadi juga ada beberapa yang malah botohan, bener nggak kalau rekom Gerindra ke Pak Sukiman,” papar GL, salah satu pembotoh asal Sragen timur kepada wartawan, Selasa (25/8/2020).

GL menuturkan rekom Gerindra memang menjadi komoditas seksi untuk dipertaruhkan saat ini. Riwayat Gerindra yang pernah menjadikan Yuni menang di Pilkada Sragen, tapi kemudian ditinggal balik ke PDIP, dipandang sedikit banyak menyisakan luka.

Apalagi, belakangan ada kabar santer beredar bahwa kandidat Sukiman masih berambisi untuk maju melalui Gerindra dan PKS.

“Taruhannya ada yang apakah calon tunggal atau ada lawannya. Tapi yang paling banyak bertaruh soal rekom Gerindra. Entah bisa maju atau nggak, rekom Gerindra jatuh ke Pak Sukiman atau nggak itu yang ramai jadi taruhan,” tuturnya.

Senada, warga Sragen lainnya berinisial PB, salah satu pelaku politik dan kerap jadi pembotoh di event-event pesta demokrasi Pilkades hingga Pilkada, juga membenarkan santernya bursa taruhan pada rekomendasi Gerindra.

“Iya, ada yang jutaan ada yang sampai belasan juta. Mungkin karena situasinya adem dan belum ada gelagat dari PKS maupun Gerindra. Jadi malah pada nebak-nebak arahnya,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Jawa Tengah, Sriyanto Saputro mengatakan hingga kini Gerindra belum menerbitkan rekomendasi apapun untuk Pilkada Sragen.

Menurutnya, DPD masih menunggu keputusan dari DPP soal rekomendasi untuk Pilkada Sragen.

“Kami belum tahu. Masih menunggu DPP,” tukasnya dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (25/8/2020).

Namun soal arah sikap Gerindra di Pilkada Sragen, legislator Provinsi Jateng itu hanya menyampaikan bahwa dalam politik itu sangat dinamis. Segala kemungkinan masih bisa terjadi sebelum detik berakhir.

“Semua masih bisa terjadi. Jadi tunggu saja ya,” imbuhnya.

Sementara, Sukiman belum bisa dimintai konfirmasi perihal langkahnya dan kabar terkini perjuangannya untuk maju ke Pilkada termasuk upaya menggaet rekomendasi dari Gerindra. Beberapa kali dihubungi, HP-nya menunjukkan nada dialihkan. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT