Kecelakaan di Depan Warung Teng-teng Crit Sragen, Serobot Lampu Merah jadi Penyebabnya
JOGLOSEMARNEWS.COM | 06/08/2020 16:41
Kecelakaan di Depan Warung Teng-teng Crit Sragen, Serobot Lampu Merah jadi Penyebabnya

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan akibat kecerobohan ngeblong lampu merah terjadi di pertigaan depan Kantor DKK atau depan HIK Teng-teng Crit Sragen.

Dua orang pemuda nekat ngeblong lampu merah hingga menggasak pengendara motor paruh baya. Akibat kejadian itu, korban yang digasak terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Data yang dihimpun di Polres Sragen, Kamis (6/8/2020), kecelakaan itu terjadi kemarin malam pukul 22.30 WIB. Kecelakaan melibatkan Honda Beat AD-3510-BBE dengan Honda Shogun AD-5372-EY.

Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Sugiyanto mengatakan Honda Beat AD-3510-BBE dikendarai Khrisna Reviandi (20) warga Pringan RT 02/01 Karangtengah, Sragen dengan memboncengkan temannya, Agun Adil Gunawan (21) asal Mojowetan RT 01/02 Sragen Kulon, Sragen.

Sedangkan Shogun dikendarai Budi Santoso (45) warga Gendingan RT 03/09 Sragen Tengah, Sragen. Kronologinya, pengendara Shogun melaju dari utara kemudian berhenti di pertigaan depan DKK saat lampu menyala merah.

Saat lampu bangjo menghijau, ia kemudian menyeberang ke kanan. Saat bersamaan, pengendara Beat yang melaju dari arah barat nekat jalan dan ngeblong padahal lampu traffict light di barat masih menyala merah.

Karena jarak sangat dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Benturan keras membuat kedua motor sama-sama terjatuh. Nahas, Budi yang tak sigap, terjatuh akibat digasak motor Beat.

Ia mengalami patah kaki kiri dan kemudian dibawa ke RSUD Sragen. Sedangkan pengendara Beat dan pembonceng mengalami luka lecet. Kedua motor mengalami rusak sedang dan langsung diamankan di Mapolres Sragen.

 

“Kecelakaan dipicu oleh kecerobohan pengendara Honda Beat yang ngeblong bangjo saat lampu masih menyala merah. Saat ini kasusnya masih dalam penanganan penyidik,” kata Kasat Lantas.

Kasat berharap kejadian itu bisa menjadi peringatan bagi masyarakat untuk senantiasa tertib dan mematuhi rambu-rambu saat berkendara di jalan raya. Sebab dari hasil analisa dan evaluasi selama operasi patuh candi yang digelar selama ini, mayoritas warga hanya berusaha tertib ketika ada polisi atau ada operasi.

“Padahal harusnya kesadaran untuk taat dan tertib berlalu lintas itu tumbuh dengan kesadaran pribadi. Jadikan itu sebuah kebutuhan untuk keselamatan diri maupun keselamatan bersama. Ada atau tidak ada operasi atau polisi, sudah semestinya harus taat aturan,” katanya. Wardoyo


BERITA TERKAIT