Destinasi Wisata Tawangmangu Kerap Jadi Lokasi Transaksi Narkoba, P4GN: Kebanyakan dari Luar Kota
JOGLOSEMARNEWS.COM | 22/07/2020 15:55
Destinasi Wisata Tawangmangu Kerap Jadi Lokasi Transaksi Narkoba, P4GN: Kebanyakan dari Luar Kota

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peredaran narkoba di Karanganyar dinilai dalam taraf memprihatinkan. Salah satu lokasi yang menjadi incaran para pelaku narkoba ternyata adalah obyek wisata Tawangangu.

Tak heran, saat ini Tawangmangu menjadi salah satu titik perhatian peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang oleh Tim Pencegahan dan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) setempat.

“Sudah banyak kasus peredaran narkoba terjadi di wilayah Kecamatan Tawangmangu ini,” kata Sekretaris II P4GN Karanganyar Hendro Prayitno kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Hendro menguraikan, kawasan wisata Tawangmangu ini menjadi perhatian serius. Pasalnya sudah ada berapa kasus yang behasil diungkap oleh jajaran Sat Narkoba Polres Karanganyar. “Kebanyakan transaksi narkoba di wilayah Tawangmangu berdasarkan koordinasi dengan Polres Karanganyar, berasal dari luar kota,” katanya.

 

Selain lokasi wisata Tawangmangu, titik rawan peredaran nakoba di Karanganyar juga berada di beberapa kecamatan.

Terutama di wilayah perbatasan, seperti Kecamatan Jenawi dan Kerjo yang berbatasan dengan Sragen, Colomadu, Kebakramat, Gondangrejo serta kecamatan Jaten.

“Kami mendorong masyarakat agar pro aktif dalam upaya membantu pemberantasan peredaran narkoba di Karanganyar. Saat ini, peredaran cukup memprihatinkan, karena telah merambah kalangan generasi muda terutama aparat pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Ditambahkan, di masa pademi Covid-19, P4GN terus melakukan sosialisasi penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan milenial. Karena menurut Hendro,  kaum milenial ini adalah  yang paling rawan terhadap penggunaan narkoba.

“Untuk pencegahan kita sudah mengandeng karang taruna serta berbagai komunitas untuk dapat membantu melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Kita juga sudah memulai tiga program, yakni  pencegahan, pemberantasan dan rehabilitas. Untuk rehabilitasi ini, nanti akan kita bangun rumah singgah,” pungkasnya. Wardoyo


BERITA TERKAIT