Beredar Video Aksi Amuk Massa Rusak Tiga Tugu PSHT, Pelaku Kenakan Atribut Perguruan Silat Lain
JOGLOSEMARNEWS.COM | 06/07/2020 16:20
Beredar Video Aksi Amuk Massa Rusak Tiga Tugu PSHT, Pelaku Kenakan Atribut Perguruan Silat Lain
Aksi ratusan orang berkonvoi dan merusak tugu PSHT di Sapen, Gesi, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi kekerasan yang melibatkan ratusan massa dan bermotif perguruan silat kembali terjadi di Sragen.

Serombongan orang dengan atribut salah satu perguruan silat dengan arogan melakukan perusakan tugu milik persaudaraan setia hati terate (PSHT) di Sragen.

Sebanyak tiga tugu di tiga kecamatan dilaporkan dirusak secara beruntun, Minggu (5/7/2020) pagi. Tak hanya itu, satu rumah warga di Gesi yang berada di dekat tugu, juga menjadi sasaran amukan massa itu.

Pelaku diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang dan ditengarai berasal dari salah satu perguruan silat lainnya. Video aksi perusakan itu juga beredar luas.

Ada empat video yang beredar dan menunjukkan arogansi dari rombongan tersebut. Dari video terlihat aksi perusakan dilakukan oleh ratusan orang yang mayoritas muda usia.

Mereka melakukan konvoi sembari menggempur tugu milik PSHT di tiga lokasi. Masing-masing di wilayah Gesi, Sukodono dan Mondokan.

Data yang dihimpun di lapangan, aksi perusakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada yang tahu bagaimana awal mulanya. Rombongan ratusan pemuda dengan motor itu berkonvoi.

Konvoi melintasi wilayah Sukodono, Mondokan dan Gesi. Menurut kesaksian warga, tiba- tiba di tiga wilayah itu, rombongan konvoi berhenti dan kemudian merusak tugu berlambang PSHT.

Dari video terlihat tak satu pun warga berani mendekat. Warga memilih sembunyi di rumah sambil memantau aksi perusakan tanpa berani menghalau karena ketakutan.

“Informasi baru kita pastikan. Tapi untuk sementara, data awak, ada tiga titik yang jadi sasaran perusakan. Yakni di Mondokan, Gesi dan Sukodono,” papar Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo kepada wartawan ditemui di Mapolres, Minggu (5/7/2020).

Menurutnya, saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya meminta masing-masing pihak saling menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus perusakan kepada kepolisian.

“Tolong sama-sama mengerem. Jangan sampai berkelanjutan dan merugikan berbagai macam pihak. Percayakan kami, tetap utama kami jaga kondusivitas,” terangnya. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT