Jasad Satpam Perempuan Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo, Mengapa Ia Tinggalkan Sepatu dan Sepeda Motor di Tepi Sungai?
JOGLOSEMARNEWS.COM | 04/06/2020 11:20
Jasad Satpam Perempuan Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo, Mengapa Ia Tinggalkan Sepatu dan Sepeda Motor di Tepi Sungai?
Warga berkumpul di rumah Satpam cantik PT PAN Brother asal Jenak, Patihan, Sidoharjo yang hilang misterius, Rabu (3/6/2020). Insert: Foto korban. Kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM –Misteri hilangnya satpam perempuan PT PAN Brothers, Sugiyanti akhirnya terjawab. Ia ditemukan sudah tak bernyawa di Sungai Bengawan Solo dengan kondisi mengambang lengkap dengan pakaian seragam satpam. 

Namun, yang jadi pertanyaan adalah mengapa sepatu korban ditemukan di tepi sungai bersama dengan sepeda motor milik korban. 

Satuan pengamanan (Satpam) perempuan di PT PAN Brother Sugiyanti (35), dilaporkan mendadak hilang misterius, sejak Selasa (2/6/2020) siang.

Wanita dua anak asal Dukuh Jenak RT 7/2, Patihan, Sidoharjo, Sragen itu dilaporkan hilang setelah sempat pamit berangkat kerja, Selasa (2/6/2020) pagi. Satpam wanita itu kemudian dilaporkan tak kunjung pulang hingga Rabu (3/6/2020) petang ini.

Anehnya, sepatu dan sepeda motor korban ditemukan berada di tepi sungai Bengawan Solo wilayah Dukuh Tenggak, Sidoharjo, Sragen.

Kejadian itu tak hanya membuat geger rekan kerjanya, hal itu juga memberi pukulan psikologis bagi keluarga, terutama suaminya, Suroyo.

Sejak tahu istrinya tak pulang, bapak dua anak itu dikabarkan langsung syok. Bahkan yang melapor ke Polsek adalah kakaknya. “Iya tadi yang datang kakaknya melapor. Suaminya masih syok,” papar Kapolsek Sidoharjo, AKP Agung Ari Purnowo, Rabu (3/6/2020).

Kapolsek menguraikan memang ada laporan sepeda motor dan sepatu yang terkait milik korban ditemukan di tepi Bengawan Solo di Tenggak, Sidoharjo. “Ini masih dilakukan pendalaman dan pencarian,” paparnya.
Berita Lainya

Menurut keterangan tetangga, Sularso, korban sempat pamit ke suaminya akan berangkat kerja masuk pagi pada Selasa (2/6/2020). Wanita yang akrab disebut Nanik itu berangkat dari rumah sekitar pukul 09.30 WIB.

“Bilangnya mau masuk pukul 10.00 WIB. Tapi sampai hari ini nggak pulang-pulang. Kemudian dari pimpinan Satpam perusahaan datang ke rumah untuk menanyakan kenapa dari kemarin nggak masuk. Suami otomatis kaget. Ternyata harusnya kemarin itu masuknya jam 14.00 WIB,” timpal tetangga lainnya, Heri Sanyoto, Rabu (3/6/2020).

Di tengah hilangnya Nanik, muncul kabar ada temuan sepeda motor yang dikendarai dan sepatunya berada di tepi sungai di daerah Tenggak, Sidoharjo.

Spekulasi dan kabar pun berkembang bahwa Satpam wanita itu diduga kuat bunuh diri. Namun hingga kini pihak kepolisian dan SAR masih melakukan pencarian. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT