Kasus Intimidasi kepada Petugas Medis, Bupati Sragen Tuntut Polisi Usut Tuntas
JOGLOSEMARNEWS.COM | 02/06/2020 13:45
Kasus Intimidasi kepada Petugas Medis, Bupati Sragen Tuntut Polisi Usut Tuntas

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus intimidasi terhadap petugas medis Puskesmas Kedawung saat menangani pasien positif Corona atau covid-19.

Pihaknya juga memastikan seluruh penanganan covid-19 sudah sesuai prosedur dan tidak ada diskriminasi.

“Terkait intimidasi terhadap tenaga kesehatan, kami di kabupaten sudah memberikan pendampingan. Kemarin sudah kami minta untuk lapor ke kepolisian dan sudah dilaporkan didampingi camat,” ujar Yuni ditemui wartawan di balai Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Senin (1/6/2020).

Bupati mengatakan kasus intimidasi ini harus diselesaikan bersama aparat terkait. Karena siapa sebenarnya pelaku intimidasi tersebut hanya bisa dipastikan dengan penyelidikan kepolisian.
“Kita tidak bisa menyelesaikan sendiri, karena kita tidak bisa mengetahui secara pasti, disitu kan disebut koordinator (menyebut salah satu klaster). Bisa saja bukan, bisa saja orang lain. Nah, ini harus detil sehingga kami minta kemarin untuk lapor ke kepolisian, tinggal kita tunggu hasilnya,” kata dia.

Lebih lanjut, ia memastikan saat ini situasi sudah berangsur kondusif. Dalam arti bahwa tidak ada lagi intimidasi lanjutan kepada petugas medis perempuan tersebut. Kendati demikian, Yuni tetap meminta aparat kepolisian untuk menuntaskan pengungkapan kasus ini.

“Kita serius. Kalau kita sendiri yang ngawekani kan nggak mungkin, sehingga kita serahkan pada APH (aparat penegak hukum) untuk menyelidiki, harus sampai tuntas,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat terdiri atas berbagai kelompok berbeda, yang membutuhkan model pendekatan berbeda pula. Meski begitu, pihaknya memastikan para tenaga medis menjalankan tugasnya dalam menangani covid-19 sesuai prosedur.
 

“Masyarakat kan terdiri dari berbagai kelompok. Ada yang bisa dipahamkan dengan mudah, ada yang butuh agak dipaksa. Nah, (pelaku) ini mungkin kategori orang-orang yang merasa terintimidasi, padahal sebenarnya (niat) kita membantu. Tidak ada indikasi apa-apa, tidak ada diskriminasi,” ujarnya.

Ia berharap kejadian itu tak sampai mematahkan semangat para petugas medis untuk mengabdi dan menjalankan tugas. Pemkab siap memberikan pendampingan.

Sebelumnya diberitakan, S (50), seorang petugas medis perempuan di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen dikabarkan mendapatkan intimidasi saat melakukan pelayanan terhadap salah satu pasien terkonfirmasi virus corona atau covid-19 di wilayah tersebut.

Pelaku melakukan intimidasi dengan kata-kata bernada ancaman yang dikirim melalui pesan singkat WhatsApp (WA) kepada petugas medis tersebut. Wardoyo

BERITA TERKAIT