Dari WA Suami ke Istri, Lalu ke WAG Keluarga, Informasi Soal Rapid Test Jadi Hoax Covid-19 di Medsos
JOGLOSEMARNEWS.COM | 26/05/2020 11:00
Dari WA Suami ke Istri, Lalu ke WAG Keluarga, Informasi Soal Rapid Test Jadi Hoax Covid-19 di Medsos
ima warga Solo akhirnya diamankan manajemen Luwes Gading, Sabtu (23/05/20). Dari informasi yang dihimpun, mereka sebagai pelaku yang ikut menyebarkan berita bohong atau hoax mengenai seorang pegawai luwes dibawa petugas medis RSUD Moewardi, kemarin

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lima warga Solo akhirnya diamankan manajemen Luwes Gading, Sabtu (23/05/20). Dari informasi yang dihimpun, mereka sebagai pelaku yang ikut menyebarkan berita bohong atau hoax mengenai seorang pegawai luwes dibawa petugas medis RSUD Moewardi, kemarin.

Seperti diketahui, sebelumnya, beredar pesan berantai di grup whatsapp (WA) hingga media sosial berkait satu pegawai Luwes Gading yang dijemput paksa petugas RSUD Moewardi, kemarin sore. Bahkan dalam pesan itu menyebut jika seorang pegawai terkonfirmasi positif Covid-19.

BACA: Ini Panduan Lengkap Saat Jalani New Normal Bagi Para Pekerja

Dari screnshoot-an yang tersebar di media sosial, terulis Ojo Nang Luwes Gading Sik, Hari Ini Pegawene Ono Sing Dijemput Soko Muwardi (Jangan ke Luwes Gading Dulu, Hari Ini Pegawainya Ada yang Dijemput dari Muwardi).

HR Manajer Luwes Gading, Bengawan Tedjo Handoyo, membenarkan adanya pemeriksaan rapid test yang dlakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo di beberpaa pusat perbelanjaan, termasuk Luwes Gading. Namun pihaknya menyayangkan ada pihak yang mengambil gambar tanpa izin dengan memberikan keterangan yang tidak benar.

“Setelah kami telusuri dengan security melalui rekaman cctv, akhirnya kita bisa mendapatkan pelaku. Akhirnya mereka kami ajak mediasi dan akhirnya membuat surat pernyataan,” kata Bengawan kepada wartawan.

“Prinsip kami menyelesaikan dengan kekeluargaan. Kalau tidak ada itikad baik ya bisa kami bawa ke ranah hukum,” tambah dia.

Bengawan memaparkan, dampak yang dirasakan Luwes Gading akibat berita bohong tersebut cukup besar. Termasuk para karyawan yang diakuinya sempat shock karena mendapat informasi salah tentang pegawai yang dibawa ke rumah sakit.

“Inilah yang kemudian berkembang menjadi berita yang ditangkap masyarakat luas dan akhirnya mengganggu. Bahkan tidak hanya di Solo, namun informasi haox itu sudah menyebar ke Solo raya, sehingga kami harus memberikan penjelasan ke beberapa pihak,” tegasnya.

Salah satu pelaku, Deki Susanto (44) menjelaskan, awalnya dia mengantar barang ke luwes dan melihat petugas medis di lokasi. Sejurus kemudian, dirinya memfoto dan mengirimkan ke sang istri sebagai informasi.

“Jadi saya memang kirim ke istri saja. Ternyata menyebar ke mana-mana hingga ramai di media sosial,” ucapnya.

BACA: UMS Berbagi Bingkisan Lebaran Dengan Komunitas Pemulung

Sementara pelaku lain, Sri Mulyani membenarkan jika dirinya menulis keterangan Ojo Nang Luwes Gading Sik, Hari Ini Pegawene Ono Sing Dijemput Soko Muwardi. Namun dia mengaku hanya mengirimkan ke grup whatsapp keluarga.

“Tidak tahunya menyebar ke media sosial. Saya meminta maaf kepada masyarakat dan manajemen Luwes Gading. Ini jadi pelajaran bagi saya untuk berhati-hati dalam memberikan informasi,” ujarnya. Prabowo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT