3 Tahun Berumah di Tengah Sungai, Mbah Tukiran Kini Mendadak Hilang Misterius
JOGLOSEMARNEWS.COM | 20/05/2020 10:00
3 Tahun Berumah di Tengah Sungai, Mbah Tukiran Kini Mendadak Hilang Misterius
Tim relawan dan Basarnas saat melakukan pencarian warga Desa Pilang, Masaran, Sragen yang hidup di tengah sungai dan hilang misterius usai hujan deras semalam. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen digegerkan dengan hilangnya salah satu warga setempat, Tukiran (60).

Pria yang bertahun-tahun hidup bertahan di atas Sungai Grompol, Masaran itu mendadak hilang misterius usai hujan deras, Senin (18/5/2020) malam.

Warga Dukuh Klembon RT 33, Desa Pilang, Masaran itu dilaporkan kali terakhir terlihat masih berada di daratan tengah sungai Grompol, sekira pukul 17.00 WIB. Setelah turun hujan, pria yang sudah tinggal di atas sungai sejak 3 tahun silam itu kemudian hilang tanpa jejak.

“Kronologinya, yang bersangkutan itu memang sudah bertahun-tahun tinggal di tengah sungai. Kebetulan di tengah sungai itu ada daratan kecil, nah dia tinggal di situ dan merasa itu omahe (rumahnya). Kemarin petang jam 17.00 WIB, ada saudaranya yang ngantar makanan. Diajak naik ke darat nggak mau,” papar Kades Pilang, Sukisno, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (19/5/2020).

Karena menolak diajak naik ke darat, Suyatmi kemudian bergegas kembali ke rumah.

Tak lama berselang turun hujan deras hingga membuat debit air sungai anak Bengawan Solo itu kemudian meninggi.Keesokan hari atau tadi pagi, Suyatmi kembali menghampiri korban untuk menengok.

Namun saat dicek, ternyata korban sudah tidak berada di tempatnya tengah sungai lagi. Daratan yang selama ini jadi tempat tinggal korban, sudah terendam air sungai yang meluap.

“Kemarin sore waktu diantar makanan itu posisinya masih di tengah sungai. Tidak tahunya tadi malam hujan deras dan air sungai naik. Tadi pagi dicek sudah nggak ada,” terang Sukisno.

Dari keterangan warga dan keluarga, menengarai korban memang hanyut terseret arus sungai yang meluap semalam.

Pihaknya sempat memastikan kondisi terakhir korban dan kerabatnya memastikan korban tidak mungkin berpindah karena kondisi fisiknya sudah lemah.

“Yang bersangkutan memiliki gangguan kejiwaan. Keluarga memastikan dia nggak bisa bergerak jauh karena sudah lemah,” terangnya.

Atas kondisi itu, warga tadi langsung dikumpulkan dan menduga kuat korban hilang karena memang hanyut ditelan luapan air.

“Dia sebenarnya punya keluarga. Tapi kondisinya mengalami gangguan kejiwaan. Tadi malam sempat dilakukan pencairan hingga siang ini belum ditemukan,” jelas Kades.

Semenntara, data yang dihimpun pencarian juga melibatkan tim Basarnas Solo. Hingga petang tadi, tim SAR masih dikerahkan melakukan pencarian. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT