Ular Piton Ukuran Besar Muncul Setelah Sungai Mungkung Meluap
JOGLOSEMARNEWS.COM | 20/04/2020 13:31
Ular Piton Ukuran Besar Muncul Setelah Sungai Mungkung Meluap

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.CON- Pemuan ular piton berukuran besar di bantaran Sungai Mungkung, wilayah Ngangin, Karang Tengah, Sragen dua hari lalu, ternyata bukan kali pertama.

Kejadian kemunculan piton sejenis juga terjadi beberapa tahun silam. Bahkan warga mengungkap ular-ular piton berukuran serupa, sempat muncul saat Sungai Mungkung meluap.

Menurut penuturan Siman (47) petani yang menemukan piton sepanjang 3 meter di bantaran Sungai Mungkung, Rabu (14/4/2020) pagi, penemuan piton di bantaran Sungai Mungkung memang bukan kali pertama.

Seingatnya, warga pernah beberapa kali menemukan ular sejenis saat Sungai Mungkung meluap. Salah satunya kemunculan piton ke permukiman warga pada 2008 silam.

“Sudah beberapa kali ada ular piton ditangkap. Yang terakhir agak lama waktu banjir dulu dan ular itu muncul sampai permukiman,” katanya kepada wartawan.

Penemuan ular piton di Mungkung itu menambah panjang daftar sungai yang diduga menjadi habitat ular piton. Sebelumnya belasan ular piton juga ditemukan di aliran Sungai Garuda yang membelah Sragen Kota.

Ular itu ditemukan di beberapa titik yang masih banyak papringan atau rumpun bambu. Seperti di Mageru, Kauman dan Karangdowo, Sragen Kota.

Warga menduga, Sungai Mungkung juga termasuk salah satu habitat ular tersebut.

Ular piton sepanjang 3 meter itu kemarin ditemukan saat saat hendak memanen rumput gajah di bantaran Sungai Mungkung sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut penuturan Siman, ular itu ia temukan di bekas longsoran di tepian sungai.

Ia menceritakan pagi itu ia hendak memanen rumput gajah atau kolonjono untuk pakan ternaknya.

Saat sedang memotong, mendadak ia dikagetkan dengan kemunculan ular piton yang berukuran besar di tengah semak-semak rerumputan.

“Saat itu, posisinya melingkar dan kelihatan besar. Saya agak kaget juga. Kelihatannya habis mangsa hewan apa nggak tahu. Tapi posisinya hanya diam saja,” katanya, Jumat (17/4/2020).

Temuan itu langsung dilaporkan ke tetangganya, Sudiyono (55) yang dikenal sebagai pawang ular. Ulat itu kemudian ditangkap Sudiyono bersama dengan warga dan dimasukkan ke dalam karung.

Siman menguraikan saat ditangkap pun, ular itu cukup jinak dan tidak menunjukkan tanda berontak. Kondisi perutnya agak membesar diduga kekenyangan habis memangsa hewan lain memuat hewan melata itu tak banyak gerak.

“Kebetulan ada warga sini yang sering kehilangan 1-2 ekor ayam akhir-akhir ini,” ujarnya.

Siman menyampaikan saat ini, ular itu masih diletakkan di sebuah karung dan ditempatkan di kandang rumahnya.

Ia berencana memelihara terlebih dahulu biar bisa dilihat oleh warga yang hendak melihat. Ia menduga ular piton itu masih ada yang lainnya dan sampai sekarang masih berkeliaran. Wardoyo


BERITA TERKAIT