Ada Larangan Berkumpul Saat Wabah Corona, Ribuan Pendekar PSHT Malah Unjuk Kekuatan di Jalan
JOGLOSEMARNEWS.COM | 30/03/2020 10:10
Ada Larangan Berkumpul Saat Wabah Corona, Ribuan Pendekar PSHT Malah Unjuk Kekuatan di Jalan
Ribuan massa dari perguruan silat PSHT Sragen saat berkumpul di Sragen, Jumat (27/3/2020) malam. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di saat jumlah ODP di Sragen terus bertambah dan merebaknya wabah corona serta adanya imbauan untuk tidak berkumpul, ribuan warga dari perguruan silat PSHT Sragen berkumpul dan melakukan shof of force di Sragen Kota Jumat (27/3/2020) malam hingga Sabtu (28/3/2020) dinihari.

Beruntung tidak ada hal-hal yang tak diinginkan meski aparat kepolisian sempat mengerahkan water canon untuk membubarkan massa.

Pantauan di lapangan, aparat kepolisian mulai bersiaga sejak pukul 21.00 WIB. Mereka disebar untuk melakukan blokade di sejumlah jalur kecamatan yang akan menuju ke Sragen Kota.

BACA: Mencekam, Kesaksian Warga Saat Ribuan Massa Hancurkan Tugu IKSPI...

Di antaranya dari arah barat, aparat bersiaga di perempatan Tanon dan Gawan. Kemudian di pertigaan Mondokan, sekitar Polsek Mondokan, pertigaan Desa Dawung Mondokan.

Dari arah timur, aparat juga terlihat bersiaga di perempatan Pilangsari. Puluhan aparat juga terlihat bersiaga di pintu masuk Sragen dari perbatasan Grompol Masaran.

Di perbatasan masuk ke Sragen dari arah Solo, aparat dilaporkan sempat menghalau rombongan PSHT dari arah selatan yang hendak masuk ke Sragen.

“Tadi memang banyak polisi di perbatasan Sragen-Karanganyar. Kemudian menghalau rombongan dari Solo,” ujar Adi, salah satu warga sekitar kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (27/3/2020) malam.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , meski dijaga ketat aparat di sejumlah titik, rombongan yang diduga pendekar dari PSHT berbagai daerah di Sragen tetap berhasil masuk ke wilayah kota.

Sekitar pukul 21.00 WIB, ribuan massa dengan atribut perguruan itu kemudian berkumpul melakukan show of force di jalur ring road Utara Sragen di sekitar Hotel Palma ke timur arah Nglangon.

Situasi sempat mencekam ketika aparat dari Polres dan Brimob kemudian berusaha membubarkan kerumunan massa itu. Beruntung tidak terjadi aksi anarkis dan massa berhasil dibubarkan mendekati tengah malam.

“Sudah kondusif. Tadi mereka berkumpulnya di ring road utara dan akhirnya dibubarkan mendekati tengah malam. Nggak ada aksi apa-apa, mereka hanya berkumpul saja lalu kita bubarkan,” ujar salah satu aparat Polres Sragen yang ditemui di lokasi ring road.

Meski berhasil dihalau di kota, gelombang massa itu kemudian bergerak ke arah Karangmalang. Mereka sempat dihalau oleh aparat Brimob dengan water canon di wilayah Bantar, Pelemgadung, Karangmalang.

Aparat bahkan membubarkan paksa dan menindak beberapa yang bermotor tidak aturan. Situasi sempat sedikit menegangkan meski kemudian berhasil dinetralisir oleh aparat.

“Massa dihalau pakai water canon di Bantar. Lalu bergerak ke arah Kedawung dan dibubarkan oleh aparat. Jumlahnya massa ribuan tadi di ring road dan kemudian sebagian bergerak konvoi sebelum berhasil dibubarkan polisi,” ujar Joko, warga Karangmalang.

Aksi show of force ribuan pendekar PSHT itu diduga kuat buntut dari aksi penganiayaan dua warga PSHT di Mondokan dan pengrusakan tiga patung serta tugu PSHT di wilayah Sukodono dan Sidoharjo oleh sejumlah oknum tak dikenal, Jumat (27/3/2020) dinihari.

“Sejauh ini laporan dari ranting yang kami terima ada tiga titik yang dirusak. Di Jetak Sidoharjo, di Newung dan Sukodono. Kelihatannya yang disasar di sepanjang jalur Sukodono sampai Sragen Kota,” papar Ketua PSHT Cabang Sragen, Jumbadi dikonfirmasi wartawan, Jumat (27/3/2020).

Ia menguraikan aksi pengrusakan oleh oknum tak dikenal itu diduga dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB dinihari tadi.

Dari pantauannya di lapangan semalam, sempat menerima laporan ada rombongan yang melakukan konvoi di sepanjang titik-titik itu dan kemudian beberapa tugu diketahui rusak pagi harinya.

“Kami tidak tahu siapa pelakunya. Maka dari itu, kami berharap polisi segera mengusut karena ini sudah tindakan pengrusakan terhadap lambang PSHT. Kami percayakan ke polisi dan dari internal, kami sudah berupaya mengantisipasi dan meredam warga agar tidak melakukan gerakan massa. Karena warga (anggota PSHT) banyak yang nggak terima lambang mereka dirusak seperti itu,” tuturnya.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo melalui Kasubag Humas AKP Harno mengaku belum tahu persis detail kejadiannya. Ia berharap agar pihak PSHT segera melapor agar kasus itu bisa cepat ditindaklanjuti.

BACA: Keponakan Bupati Sragen Gagal Lolos Tahap SKB Seleksi CPNS....

“Kami belum tahu persis, kalau memang demikian silakan buat laporan resmi pasti akan segera ditindaklanjuti,” paparnya.

AKP Harno juga mengimbau agar semua pihak utamanya PSHT bisa mengendalikan diri dan menjaga emosi serta tak terpancing untuk melakukan hal-hal tak diinginkan.

“Serahkan semua permasalahan biar Polri yang menangani. Penegakan supremasi hukum pasti akan kita lakukan secara prosfesional. Kami tidak akan memihak siapapun. Siapa dia yg bersalah nanti akan kita tindak,” tandasnya. Tim JSnews

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT