Bupati Sragen Gelar Patroli Bubarkan Kerumunan Warga di Warung HIK
JOGLOSEMARNEWS.COM | 26/03/2020 09:30
Bupati Sragen Gelar Patroli Bubarkan Kerumunan Warga di Warung HIK
Patroli forkompida membubarkan kerumunan warga di sejumlah warung, kafe dan beberapa tempat di Sragen Kota, Rabu (25/3/2020). Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menyusul meningkatnya persebaran kasus corona virus di Indonesia, Forkompida Sragen membubarkan paksa kerumunan warga di sejumlah titik di wilayah Sragen Kota, Rabu (25/3/2020) malam.

Kerumunan itu terpaksa dibubarkan menyusul pandemi corona yang kian meningkat dan pengetatan social distansing untuk mencegah penyebaran corona.

Patroli digelar mulai pukul 20.30 WIB dipimpin Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kapolres AKBP Raphael Sandy, Dandim 0725 Letkol Kav Luluk Setyanto, Sekda Tatag Prabawanto Danyon Letkol Inf Yefta Sangkakala, Dansub Denpom Kapten CPM Eko Hariyanto dan Satpol-PP.

Patroli digelar dengan menyisir kerumunan warga yang masih banyak dijumpai di sepanjang jalan protokol Sukowati. Di antaranya di HIK Shoping, Bakmi Lethek, Depan toko 55, HIK mobil depan Pos Lantas Kota, Susu bang Alay, Hik Beloran Zain variasi, SMP 6 Sragen.

Lalu di Hotel Palma, Cafe Lethong, Batuar Hik, Hik Depan Rizky Amalia, Star Steak, Selera Pedas, Rumah Kopi Depan SMPN 2, Hik Depan Om Brindil dan berakhir di Taman Kridoanggo.

Selain menghimbau warga yang berkerumun, pihak polres juga membagikan selebaran maklumat Kapolri terkait social distancing.

Dari hasil patroli, masih didapati warga berkerumun terutama warga yang sedang berkumpul membeli makan dan minuman.

Mereka pun langsung dihimbau dan diminta segera pulang dan tidak berkerumun. Diharapkan dengan kegiatan patroli ini bisa mengontrol masyarakat yang belum paham cara memutus rantai penyebaran virus covid 19 di bumi Sukowati.

Di Hotel Palma, tim juga sempat membubarkan seorang pelanggan yang sedang ngeroom di karaoke hotel itu. Saat melihat kedatangan aparat, pelanggan muda itu tepergok bersama dua orang wanita LC karaoke.

Saat itu, pelanggan itu langsung panik dan mencoba mematikan lampu sehingga membuat petugas sempat kesal. Pelanggan itu kemudian langsung diminta bubar dan pulang.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan patroli itu dilakukan lantaran dari hasil evaluasi sejauh ini masih banyak warga yang belum menerapkan social distancing dengan benar.

Ia mencontohkan masih banyak warga berkerumun jagongan, kemudian tempat-tempat keramaian masih banyak kumpulan anak muda.

“Makanya kami sama-sama malam ini untuk mencoba menyisir dan memberikan pemahaman secara persuasif pada masyarakat ini. Ini nggak akan berhasil kalau semua tidak merasa bertanggung jawab sendiri. Kalau dibilang apakah gagal, ya kita semua belajar. Karena sebagian juga sudah ada di rumah sehingga yang belum bisa diberikan pemahaman ini,” paparnya kepada wartawan.

Dengan realita itu, ia menekankan bahwa pemahaman ke masyarakat harus lebih ditegaskan lagi. Ia meminta semua warga menjaga jarak dan menghindari segala bentuk kerumunan atau pertemuan dengan lebih baik berdiam diri di rumah.

“Barangkali Anda positif Corona tapi tidak ada gejala. Kalau keluar rumah, itu sudah bisa menulari orang lain. Iya kalau orang lain sistem imunnya baik seperti kita, kalau tidak kan dia akan lebih parah. Tenaga medis itu titik kelelahannya pasti akan ada. Kalau semua orang nanti akan menjadi ODP dan PDP, entah bagaimana,” paparnya. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT