Jokowi Larang Perbankan dan Jasa Keuangan Non-Bank Gunakan Debt Collector Tagih Utang
JOGLOSEMARNEWS.COM | 25/03/2020 15:01
Jokowi Larang Perbankan dan Jasa Keuangan Non-Bank Gunakan Debt Collector Tagih Utang
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangan pers terkait penangangan virus Corona di Istana Bogor, Jawa Barat, Ahad, 15 Maret 2020. Jokowi meminta agar masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah guna mencegah penularan virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Di tengah pandemi corona, pemerintah memberikan kelonggaran kredit kendaraan bermotor bagi para tukang ojek, mobil untuk para sopir taksi, atau perahu untuk para nelayan.

“Kepada tukang ojek, sopir taksi yang sedang kredit kendaraan bermotor, yang sedang kredit mobil, nelayan yang kredit perahu, tidak perlu khawatir,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (24/3/2020).

Jokowi mengatakan, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memberikan relaksasi kredit berupa penurunan bunga dan penundaan cicilan sampai satu tahun.

Jokowi pun mengingatkan perbankan dan industri keuangan nonbank untuk tak menagih angsuran kepada masyarakat. Jokowi juga meminta Kepolisian juga turut bertindak jika hal itu terjadi.

“Dilarang mengejar-ngejar angsuran apalagi menggunakan jasa penagihan atau debt collector, itu dilarang. Saya minta Kepolisian mencatat hal ini,” kata Jokowi.

Selain kelonggaran cicilan untuk tiga kelompok di atas, pemerintah juga memberikan relaksasi kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah.

UMKM yang nilai kreditnya di bawah Rp 10 miliar dan betul-betul akan digunakan untuk berusaha juga diberikan penurunan bunga dan penundaan cicilan sampai satu tahun.


BERITA TERKAIT