Semarang dan Solo Masuk Zona Merah Corona, Rapid Test Covid-19 Segera Digelar
JOGLOSEMARNEWS.COM | 23/03/2020 10:20
Semarang dan Solo Masuk Zona Merah Corona, Rapid Test Covid-19 Segera Digelar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo FX Rudi Hadyatmo usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, 17 Desember 2018. Tempo/Friski Riana

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap jika Presiden RI Joko Widodo menempuh mekanisme opsi rapid test (tes cepat) Covid-19.

Solo dan Semarang disebut menjadi prioritas untuk rapid test. Dua wilayah itu saat ini masuk zona merah corona di Jateng.

Selain angka positifnya tinggi, kedua wilayah juga sudah ada korban meninggal. Data dilansir Pemprov Jateng, Sabtu (21/3/2020), Semarang mencatat ada 606 ODP, 31 PDP dan 6 positif.

Sedangkan Solo ada 5 ODP, 14 PDP dan 5 pasien positif. Bahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo merencanakan akan memprioritaskan tes cepat itu di Solo dan Semarang.

“Prioritasnya ya setidaknya Solo dan Semarang. Itu dilihat dari hasil penelusuran (positif Corona). Kalau ada (alat tes cepat) ya kita prioritaskan dulu (Solo dan Semarang),” ungkap Ganjar, seusai memimpin rapat dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Jumat (20/3/2020).

Ia mengatakan, belum bisa mengetahui kapan tes tersebut akan dilakukan. Pasalnya, hingga saat ini ia belum mendapatkan kabar kapan alat tes cepat itu datang ke Indonesia.

Jika sudah, Ganjar siap menerjunkan tenaga kesehatan untuk mengaplikasikannya pada warganya yang diduga terinfeksi Covid-19.

Namun, melihat dengan perkembangan kasus belakangan ini, menurutnya, wilayah seperti DKI Jakarta perlu mendapat prioritas tes cepat Covid-19.

“Laboratorium kita juga bisa bantu buat VTM (Virus Transport Medium), kalau pemeriksaannya harus lebih detail lagi. Tinggal ada beberapa peralatan yang harus kita beli dari luar. Prioritas ya setidaknya Solo dan Semarang,” imbuh Ganjar.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak pejabat di wilayahnya memberi contoh, dengan memeriksakan diri sendiri. Sebab, jika diketahui seseorang terinfeksi, akan lebih gampang untuk melakukan isolasi dan pengobatan.

“Saya angkat jempol dengan Wali Kota Bogor Arya Bima. Langsung saya WA dia. Dia hebat karena mau deklarasikan diri. Kalau kena kan diisolasi dan diobati. Ketika sudah sembuh dia akan imun,” tandas Ganjar. JSnews

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT