Pengunggah Video Masuknya 49 TKA asal Cina di Kendari Sempat Diperiksa Polisi, Mengapa?
JOGLOSEMARNEWS.COM | 18/03/2020 16:29
Pengunggah Video Masuknya 49 TKA asal Cina di Kendari Sempat Diperiksa Polisi, Mengapa?

KENDARI, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Sebanyak 49 tenaga kerja asing (TKA) Cina masum ke wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara tanpa melalui proses karantina.

Hal itu diakui oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Sulawesi Tenggara, Sofyan. 
Padahal idealnya, mereka harus menjalani karantina sesuai dengan Peraturan Menkumham Nomor 7 Tahun 2020 tentang pembatasan.

Sofyan mengatakan 49 TKA ini masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Minggu (15/3/2020). Setibanya di Jakarta, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memberikan rekomendasi berupa kartu kewaspadaan kesehatan usai memeriksa mereka.

“ Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta memberikan izin masuk setelah mereka menunjukkan surat rekomendasi dari KKP Soekarno Hatta. Kalau tidak ada rekomendasi dari KKP tidak akan masuk, kami cap karena ada rekomendasi dari KKP,” kata Sofyan, Selasa (17/3/2020).

Sebelum tiba di Indonesia, kata Sofyan, mereka transit di Thailand pada 29 Februari lalu. Di sana, mereka menjalani karantina selama 14 hari sampai 15 Maret 2020.

Hal tersebut dibuktikan dengan keluarnya surat kesehatan pemerintah Thailand dan surat tersebut sudah diverifikasi oleh perwakilan Indonesia di Bangkok.

Selanjutnya WNA asal negeri tirai bambu itu keluar dari Thailand pada 15 Maret dan mendarat hari itu juga di Indonesia dan langsung terbang ke Sultra.

Mereka tiba di Bandara Haluoleo, Kendari pada Ahad malam. Setibanya di sana, mereka langsung menuju kawasan industri Morosi di Konawe Selatan. Adapun para TKA itu diketahui didatangkan oleh PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI).

Sofyan mengatakan sejauh ini, puluhan tenaga kerja Cina dari Provinsi Henan itu dinyatakan layak masuk ke wilayah Indonesia karena dokumen perjalanan mereka sah dan masih berlaku.

Namun ternyata TKA Cina itu masuk tanpa izin kerja. Mereka hanya memegang visa kunjungan yang berlaku selama 60 hari saja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra Saemu Alwi menegaskan bahwa status puluhan warga asing yang merupakan calon pekerja baru di PT VDNI itu tidak memiliki izin kerja dan izin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA). Secara aturan, para pekerja ini bukan menjadi kewenangan Disnaker.

“Yah kalau kunjungan untuk kerja yah pasti kami cek tapi karena bukan kunjugan kerja, kami belum bisa periksa. Mereka statusnya baru calon tenaga kerja, visanya bukan visa kerja kan ” kata Saemu.

Sementara itu, Manager External PT VDNI Indrayanto membenarkan bahwa 49 WNA asal Cina itu adalah pekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI. Ia membenarkan mereka baru datang dari Cina.

Indra mengatakan karena pandemic virus Corona, sebelum ke Indonesia, para pekerja ini menjalani masa karantina selama 14 hari di Bangkok, Thailand. Mereka sudah dinyatakan tidak terinfeksi Corona berdasarkan surat bebas Corona yang dikeluarkan KKP Bandara.

Mereka pun dinyatakan tak terinfeksi Corona setibanya di Bandara Soekarno Hatta sehingga bisa melanjutkan penerbangan ke Kendari. Indra mengatakan untuk berjaga-jaga, para pekerja ini akan kembali menjalani isolasi.

“Ada 3 sampai 5 orang dari tim medis RS Bhayangkara dan RS Bahteramas yang bertugas melakukan pengecekan. Jadi mereka tidak dibolehkan bekerja sampai statusnya benar-benar clear,” kata Indra.

Untuk karantina ini, para pekerja ditempatkan di ruangan masing-masing sampai 14 hari ke depan. Saat ditanya lebih lanjut informasi perihal status dan dokumen yang digunakan para pekerja ini, Indra mengatakan tak ingin membahasnya saat ini. “Nanti ya besok deh saya janji,” ujarnya.

Keberadaan TKA Cina ini terungkap dari video yang diunggah oleh seorang warga bernama Harjono. Video yersebut menjadi polemik di tengah pembatasan kedatangan WNA akibat Corona.

Kepala Polda Sultra Inspektur Jenderal Merdisyam sempat mengungkap bahwa mereka adalah pekerja asing yang tidak bisa pulang setelah visa kerjanya di VDNI habis.

Mereka ke Jakarta untuk memperpanjang visa kerja dan kontrak kerja dan video viral itu merupakan kedatangan mereka kembali ke Kendari.

Pengunggah video TKA Cina itu sempat diperiksa polisi atas tuduhan menimbulkan keresahan. Namun Merdi menyebut yang bersangkutan telah dilepaskan kembali.


BERITA TERKAIT