Hilangkan Mitos Negatif Gunung Kemukus, Bupati Sragen Siap Guyur Rp 84 Miliar untuk Revitalisasi The New Kemukus
JOGLOSEMARNEWS.COM | 03/03/2020 15:15
Hilangkan Mitos Negatif Gunung Kemukus, Bupati Sragen Siap Guyur Rp 84 Miliar untuk Revitalisasi The New Kemukus

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Fenomena obyek wisata religi Gunung Kemukus di Pendem, Sumberlawang memang sudah tersohor sejak lama. Mitos negatif sebagai tempat mencari pesugihan dengan syarat menjalani aktivitas mesum juga masih banyak beredar di masyarakat.

Jengah dengan kondisi itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati pun angkat bicara soal mitos negatif Gunung Kemukus. Ia menegaskan tak pernah ada aktivitas seksual untuk mencari pesugihan di obyek wisata bernama asli makam Pangeran Samudera itu.

“Mengapa kalau dengar nama Gunung Kemukus selalu senyum. Karena konotasinya negatif ngono kae. Saya pastikan aktivitas seksual ben tambah sugih di Kemukus iku ora ono,” paparnya saat menjawab pertanyaan dari mahasiswa yang hadir di serasehan bareng bupati dan KNPI di Pendapa Rumdin Bupati kemarin malam.

Bupati mengatakan saat ini, Pemkab tengah menyiapkan revitalisasi dan menata Gunung Kemukus agar lebih berkembang. Dengan gelontoran dana Rp 84 miliar dari pusat, kompleks wisata Gunung Kemukus nantinya akan dirombak dan dijadikan obyek wisata religi dan keluarga.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan geliat pariwisata di Sragen. Sekaligus mengikis mitos negatif soal wisata di Gunung Kemukus.

“Nanti Gunung Kemukus dan Sangiran akan jadi kawasan straregis pariwisata nasional. Harapannya ke depan bisa makin berkembang. Kita ubah itu supaya jadi ikon baru wisata di Sragen. Pemerintah menyediakan Rp 84 miliar untuk mengubah Gunung Kemukus,” ujarnya.

Camat Sumberlawang, Heru Susanto mengatakan berdasarkan pendataan ada sekitar 54 warung dan bangunan di sepanjang sabuk hijau yang harus dibongkar untuk revitalisasi The New Kemukus.

Dari rapat terakhir, proyek revitalisasi akan dimulai bulan Maret mendatang. Sehingga diharapkan maksimal akhir Februari ini, semua bangunan sudah dibongkar. “Harapan kita ya secepatnya dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Sehingga nanti sebelum akhir bulan sudah bisa kosong. Kalau nggak, nanti akan dibongkar oleh petugas tim terpadu,” katanya.

Heru menguraikan dari pemantauan, sudah ada dua warung yang dibongkar swadaya oleh pemiliknya. Kepada pemilik bangunan, sudah disiapkan ganti rugi Rp 1 juta per bangunan.

Untuk data pemilik bangunan sudah ada di pendataan desa. Menurutnya, 54 bangunan itu memang tidak memiliki sertifikat dan lahan yang mereka tempati memang kawasan sabuk hijau yang dilarang digunakan untuk hunian dan sebagainya.

“Nanti kalau sudah dibongkar semua, baru akan dimulai revitalisasi Kemukusnya. Salah satu rangkaiannya nanti tempat wisata dari pintu masuk sampai belakang akan diperbagus. Nanti termasuk pinggir dermaga baik kanan dan kiri akan dibangun juga. Bertahap mulai tahun ini dan tahun depan,” kata dia. Wardoyo

 

BERITA TERKAIT