Mengapa PDIP Pinang PKB sebagai Pasangan dan Ceraikan PKS di Pilkada Sragen?
JOGLOSEMARNEWS.COM | 21/02/2020 08:30
Mengapa PDIP Pinang PKB sebagai Pasangan dan Ceraikan PKS di Pilkada Sragen?
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (tengah) berjalan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. PDIP menargetkan memenangkan di 60 persen wilayah yang menggelar Pilkada serentak pada 2020. ANTARA

SRAGEN, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati akhirnya mengumumkan dirinya memang telah direkomendasikan DPP PDIP untuk berduet dengan politisi PKB, Suroto sebagai calon wakil bupatinya di Pilkada Sragen 2020 mendatang.

Namun, Yuni yang kembali bergabung dengan PDIP melalui rehabilitasi itu, mengaku sempat kaget saat tahu nama Suroto yang direkomendasi menjadi tandemnya ke Pilkada.

Hal itu diungkapkan Yuni saat menggelar konferensi pers dengan wartawan di ruang bupati Sragen, Kamis (20/2/2020). Ia mengatakan rekomendasi itu sudah dibacakan oleh Ketua DPD Bambang Wuryanto di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Untuk Jawa Tengah, ada 12 daerah yang sudah muncul rekomendasi pasangan yang bakal diusung PDIP. Termasuk Sragen yang merekomendasi dirinya dan Suroto.

“Sempat kaget juga (dipasangkan Suroto). Tapi itulah realita yang harus kita hadapi,” paparnya.

Yuni mengatakan rekomendasi DPP yang menduetkannya dengan Suroto itu sedikit mengejutkannya. Ia menyebut tidak ada penjelasan dari DPP perihal penunjukkan nama Suroto sebagai pendampingnya.

Namun, Yuni sempat mengatakan bahwa pada saat wawancara di DPD Jateng sebelumnya, dirinya memang pernah ditanya oleh Sekretaris DPD, Bambang Kusriyanto perihal siapa calon wakil yang dia usulkan.

Saat itu, Yuni mengaku dengan tegas dirinya memilih nama Dedy Endriyatno politikus PKS yang selama 4 tahun ini mendampinginya sebagai Wabup.

“Waktu itu Pak Bambang Kribo (Bambang Kusriyanto), saya ditanya bagaimana wakilnya. Saya jawab dengan tegas saya milih Mas Dedy. Karena salah satu yang mendaftar lewat DPC PDI perjuangan Mas Dedy. Saya bilang begitu, beliau bilang usulan kami terima Mbak,” terang Yuni.

Yuni menjelaskan alasan memilih Dedy disebutnya dengan segala pertimbangan di antaranya merasa sudah connect dan bisa nyekrup. Namun ketika akhirnya justru disandingkan dengan nama lain, ia pun mengaku dirinya pun sudah siap.

“Saya ditanya lagi kalau apapun keinginan partai bagaimana sikap Mbak Yuni, saya jawab siap. Tapi kalau keinginan saya saya jawab seperti itu tadi (Dedy),” tuturnya.

Saat ditanya apakah sebelumnya sempat ditawari jika dipasangkan dengan Suroto, Yuni mengatakan semua proses yang mendaftar di PDI Perjuangan di DPC maupun yang mendaftar di DPP juga pasti melalui itu.

Namun semua proses kemudian digodok oleh DPP PDIP lewat Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu). Meski berbeda dengan pilihan awal, Yuni mengaku sangat memahami keputusan DPP yang tentu sudah mempertimbangkan hitung-hitungan politik sebelum menerbitkan rekomendasi.

“Tapi semuanya tentu harus diperhitungkan dari berbagi sudut pandang. Tidak hanya sudut pandang Mbak Yuni, jadi nanti apapun keputusan dari partai saya sampaikan saya siap,” tandasnya.

Meski demikian, Yuni menegaskan dirinya adalah orang yang mudah beradaptasi dan tidak ingin euforia berlebihan.

Ia memaknai rekomendasi itu adalah salah satu cara dirinya untuk bisa meneruskan visi misi saya untuk Sragen lebih baik lagi.

Perihal bagaimana dengan pasangannya Suroto? Ia meyakini sama-sama sudah dewasa dan akan melakukan semuanya bersama-sama untuk Sragen.

“Jadi pasti bisa kenapa tidak. Selamat Berjuang!!,” pungkasnya. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT