4 Bocah di Sragen Lolos dari Upaya Penculikan Setelah Tolak Iming-iming Coklat
JOGLOSEMARNEWS.COM | 21/02/2020 08:20
4 Bocah di Sragen Lolos dari Upaya Penculikan Setelah Tolak Iming-iming Coklat
Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

SRAGEN, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Empat bocah SD di Sragen berhasil lolos dari upaya penculikan sekelompok orang pada Rabu 19 Februari 2020.

Empat bocah siswi SD di Dukuh Sidomulyo, RT 17, Kedawung Mondokan lolos dari upaya penculikan setelah menolak rayuan coklat yang diberikan komplotan penculik dan memberi perlawanan dengan cara melempar batu ke mobil penculik.

Data yang dihimpun di lapangan, pelaku diketahui berjumlah sekitar empat orang semuanya laki-laki. Mereka menaiki mobil Avanza warna hitam.

Empat bocah yang nyaris menjadi korban itu diketahui bernama Arina Nisa Saina (4) dan temannya, Alya Ryzky Marikoma (6) keduanya warga Dukuh Sidomulyo RT 17. Kemudian Alfi Ameliansah (11) dan Anggun Suci (11).

Aksi penculikan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat mereka tengah berangkat mengaji di Masjid Baitussalam di desa setempat.

Menurut keterangan bocah-bocah itu dan orangtuanya saat diinterogasi kepolisian, kejadian berawal ketika mereka berangkat mengaji bersama dengan sepeda onthel.

Alfi merupakan kakak dari Arina Saina. Namun saat berangkat, Alfi memboncengkan Alya sedangkan Anggun memboncengkan adiknya Alfi, yakni Arina.

Beberapa meter menjelang Masjid, Anggun dan Arina yang berangkat duluan, merasa kecapekan sehingga istirahat dan duduk-duduk di tepi jalan.

Saat duduk itulah, mereka mendadak didatangi mobil Avanza hitam yang berhenti mendekati.

Lalu penumpang jok tengah membuka separuh kacanya sebelah kiri dan menawari jajan berupa cokelat silverqueen.

Bocah-bocah itu mengaku mendengar suara pemberi coklat itu adalah laki-laki namun tidak kelihatan wajahnya. Dan ada berapa orang didalam mobil tersebut.

Saat ditawari, Arina mengangguk dan menjawab mau-mau. Namun Anggun yang sudah kelas V SD, menolak dan melarang Arina menerima sambil menarik tubuh Arina yang sudah mendekat ke mobil.

Meski ditolak, pria di dalam mobil terus berusaha merayu Arina dan Anggun. Setelah itu datang kakak Arina, Alfi bersama Alya.

Mendengar tawaran orang yang di dalam mobil tersebut, Alfi melarang Anggun dan adiknya menerima cokelat.

Kemudian Anggun membisiki Arina untuk mengambil batu dan kemudian melemparkannya bersama-sama ke orang-orang di dalam mobil. Lemparan itu mengenai kaca spion mobil hingga pecah.

Mendapat lemparan batu bertubi-tubi, pelaku akhirnya menyerah dan kemudian kabur ke arah itara ke Desa Jambangan dengan kecepatan tinggi.

Empat bocah itu pun lolos dari pelaku dan kemudian lari menuju masjid untuk.melanjutkan mengaji.

Kabar penculikan itu dibenarkan Kapolsek Mondokan, AKP Sudira. Saat dikonfirmasi JOGLOSEMAR NEWS.COM Kamis (20/2/2020), ia membenarkan adanya percobaan penculikan itu.

“Tapi korban berhasil melawan sehingga tidak sampai terjadi. Pelaku memang terdeteksi membawa mobil tapi tidak diketahui identitasnya,” paparnya.

Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau kepada orangtua yang punya anak kecil, untuk senantiasa berhati-hati dan mengawasi putra-putrinya. Saat ini kasus percobaan penculikan itu masih dalam penyelidikan. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT