Pemkab Karanganyar Bakal Bangun Masjid Agung Serupa Masjid Nabawi Senilai Rp 101 Miliar
JOGLOSEMARNEWS.COM | 18/02/2020 10:10
Pemkab Karanganyar Bakal Bangun Masjid Agung Serupa Masjid Nabawi Senilai Rp 101 Miliar
Bupati Karanganyar Juliyatmono. (timlo)

KARANGANYAR, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Setelah membeli mobil dinas mewah Jeep Rubicon senilai hampir Rp 2 miliar, kini Pemerintah Kabupaten Karangnyar mulai merealisasikan pembangunan masjid kabupaten senilai Rp 101 miliar.

Bahkan nantinya, arsitektur masjid tersebut akan dirancang menyerupaai Masjid Nabawi di Madinah. Saat ini, proses pembangunan masjid masuk dalam tahapan penghapusan aset.

Rencananya, pembangunan sendiri mulai dibangun Maret 2020 mendatang.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan Masjid Agung yang ada saat ini akan diratakan dengan tanah untuk nanti dibangun masjid baru yang megah.

“Kami harus bekerja cepat agar penghapusan aset Masjid Agung harus segera dilakukan. Paling lambat bulan ini pembangunan sudah bisa dimulai,” kata Kurniadi Maulato, Kamis 13 Februarai 2020.

Ia menjelaskan Masjid Agung sudah dikosongkan sejak pekan lalu tersebut. Pembongkaran rencananya akan menggunakan dinamit. Sehingga proses pembangunan lebih cepat.

“Kami mohon doa restu dari seluruh warga Karanganyar, agar pembangunan berjalan lancar mulai penghapusan aset sampai selesai agar masjid segera jadi dan bisa digunakan beraktivitas lagi oleh seluruh umat Islam,” ujarnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Karanganyar, Ustadz Abdul Muid mengatakan, karena pembongkaran dan pembangunan sudah harus dimulai, semua aktifitas masjid mulai dihentikan setelah sholat Jumat lalu.

Setelah itu seluruh aktivis masjid dan takmir melakukan pencopotan aset yang masih bisa diselamatkan seperti sound system, karpet, kitab-kitab, dan semua aset masjid. Sebab itu masih bisa digunakan lagi.

Seluruh aktivitas sperti Kajian Ahad Pagi dipindah ke Balai Kelurahan Bejen. Demikian pula Kajian Sabtu. Adapun sholat rawatib dipindahn ke Masjid An-Nur

"Shalat tarawih satu juz yang menjadi ikon Masjid Agung Karanganyar dipindahkan ke Masjid Al-Mukaromah. Tempatnya cukup menampung 1.000-an jamaah, tinggal parkirnya di halaman penduduk sekitar,” jelas Abdul Muid.

Abdul Muid mengungkapkan, masyarakat banyak yang kecewa, karena tidak disiapkan masjid pengganti sementara.

Namun semua pihak harus bisa memaklumi, karena rencana itu memang sudah sejak lama disusun. Diakuinya memang susah mencari pengganti sementara yang representatif.

“Selama dua tahun masjid dibangun harapannya segera jadi sehingga semua kegiatan masjid berjalan seperti semula,” harapnya. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT