Blak-blakan Surono Dapat Ilmu Terorisme Justru dari dalam Penjara
JOGLOSEMARNEWS.COM | 18/02/2020 10:00
Blak-blakan Surono Dapat Ilmu Terorisme Justru dari dalam Penjara
Mantan teroris, Surono saat memberikan paparan di acara diskusi di DPRD Karanganganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Eks narapidana terorisme Surono mengungkapkan pengalaman unik tentang bagaimana dirinya bisa memperoleh ilmu teroris.

“Saya dapat ilmu terorisme dari penjara," kata Surono dalam diskusi publik Perkokoh Persatuan dan Kesatuan, Bersama Melawan Terorisme, yang digelar di gedung DPRD Karanganyar, Sabtu 15 Februari 2020.

Dalam acara tersebut, Surono mengungkapkan bagaimana dirinya mendapat ilmu teroris justru dari sel tahanan. Ia bercerita selama dipenjara diirnya bertemu dengan terpidana Bom Bali 1

"Kenapa bisa jadi teroris? Baik yang kanan maupun yang kiri sama. Mereka sudah ada bibit radikal. Begitu diledakkan oleh oknum yang berkepentingan, maka langsung bergerak," ucapnya pada acara yang juga dihadiri perwakilan kepolisian, TNI, dan akademisi itu.

Menurut Surono, jika seseorang sudah radikal, maka akan sangat mudah dikemas untuk menjadi teroris. Untuk itu, kata dia semua pihak, terutama para generasi muda, agar hati-hati, waspada. "Semua pihak harus bersatu melawan radikalisme ini,” katanya.

Surono mengajak eluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, terus bergerak melawan dan menekan radikalisme agar tidak berkembang di masyarakat.

Karena menurut Surono sejak awal para pelaku teror telah memiliki bibit radikalisme. Bibit radikalisme inilah yang kemudian dengan cepat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan aksi teror.

Surono memandang menjadi tugas semua pihak untuk mencegah dan mengurangi radikalisme di tanah air. Menurutnya yang diperlukan saat ini, adalah sosialisasi persoalan terorisme hingga ke masyarakat tingkat bawah.

Ketua Panitia diskusi, Yanuar Faisal, menyatakan diskusi pubik ini, diikuti oleh hampir seluruh elemen masyarakat. Diharapkan dengan hasil diskusi publik ini, para peserta memperoleh gambaran tentang bahaya terorisme. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT