Kepala BPIP Yudian Wahyudi sebut Agama Musuh Pancasila, Napi Teroris: Pernyataan itu Memicu Radikalisme
JOGLOSEMARNEWS.COM | 16/02/2020 21:45
Kepala BPIP Yudian Wahyudi sebut Agama Musuh Pancasila, Napi Teroris: Pernyataan itu Memicu Radikalisme
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. TEMPO/Subekti

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, yang menyebut agama adalah musuh pancasila mengundang kekecewaan di kalangan masyarakat.

Salah satunya dari mantan terpidana kasus terorisme asal Karanganyar, Surono. Surono diundang dalam diskusi publik Perkokoh Persatuan dan Kesatuan, Bersama Melawan Terorisme, yang berlangsung di gedung DPRD Karanganyar, Sabtu (15/02/2020).

Surono adalah mantan napi terorisme yang pernah mendekam di sel tahanan. Ia menyimpan bahan peledak dan harus mendekam di penjara sejak tahun 2003 hingga tahun 2007. Di hadapan para peserta diskusi, Surono mengungkapkan, selama dipenjara  bertemu dengan terpidana bom Bali 1 dan banyak mendapatkan ilmu terorisme dari sel tahanan.

Surono menyesalkan pernyataan sejumlah pejabat yang justru  membuat masyarakat menjadi radikal. Seperti Kepala BPIP yang menyebut agama adalah musum Pancasila. 

Baca Juga :  Buka-bukaan, Mantan Bomber Teroris Asal Karanganyar, Surono Ungkap Riwayatnya Bisa Tergiur Gabung Teroris. Ternyata Berawal dari Ruangan Ini!

Menurutnya pernyataan itu kontraproduktif dengan keinginan dan semangat besar seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan dalam menekan radikalisme.

“Kita berusaha dari bawah agar radikalisme bisa berkurang. Tapi malah banyak tokoh yang membuat pernyataan yang kontroversial yang justru membuat dan memicu masyarakat menjadi radikal. Seperti pernyataan Kepala BPIP yang menyatakan agama adalah musuh pancasila. Kan aneh sekali kalau dikatakan agama itu musuh pancasila. Lha yang membuat pancasila itu orang beragama,” tegasnya.

Untuk itu, Surono memandang menjadi tugas semua pihak untuk mencegah dan mengurangi radikalisme. Menurutnya yang diperlukan saat ini, adalah sosialisasi persoalan terorisme hingga ke masyarakat tingkat bawah.

Sementara itu, Ketua Panitia diskusi, Yanuar Faisal, menyatakan diskusi pubik ini, diikuti oleh hampir seluruh elemen masyarakat.

Narasumber yang dihadirkan dari Kepolisian, TNI, Akademisi dan  mantan terpidana terorisme. Diharapkan dengan hasil diskusi publik ini, para peserta memperoleh gambaran tentang bahaya terorisme serta dapat menyampaikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Wardoyo


BERITA TERKAIT