Tertipu Promo Akal-akalan, Ratusan Warga Sragen Geruduk Dealer Motor Honda
JOGLOSEMARNEWS.COM | 12/02/2020 15:10
Tertipu Promo Akal-akalan, Ratusan Warga Sragen Geruduk Dealer Motor Honda
Sebagian warga korban penipuan promo oleh oknum supervisor Dealer Nusantara Sakti Sragen saat menggeruduk kantor dealer itu, Selasa (11/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan warga Sragen menggeruduk kantor dealer sepeda motor Nusantara Sakti Sragen, di Sragen Kota, Selasa (11/2/2020). Mereka yang rata-rata konsumen setia dealer NSS itu menggeruduk lantaran merasa tertipu dengan program promo diskon yang digulirkan salah satu oknum supervisor bernama Mustakim.

Ratusan konsumen itu tertipu oleh tawaran program dari supervisor asal Desa Bendo, Sukodono, Sragen tersebut.

BACA: Berkomplot Peras Calon Perangkat Desa Hingga Rp 665 Juta,...

Dengan dalih diskon besar-besaran, ratusan korban hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah per orang. Bahkan diperkirakan jumlah korban mencapai lebih dari 250an orang dengan kerugian lebih dari Rp 2 miliar.

Ratusan korban itu awalnya berkumpul dan menggeruduk ke kantor dealer yang menjual produk motor Honda itu. Karena pihak kantor NSS tidak bisa memberi solusi, akhirnya massa beralih melapor ke Polres Sragen.

Salah satu korban, S, asal Sukodono menuturkan dirinya merasa tertipu setelah ditawari program promo diskon motor baru oleh Mustakim 2019 lalu. Saat itu ia ditawari promo Honda Vario baru dengan harga tunai Rp 20,5 juta sementara harga normalnya Rp 24 juta.

“Uang sudah kami bayarkan lunas di depan, tapi akadnya kredit. Motor sudah diantar, tapi ternyata dari kantor kok nagih lagi. Ternyata uangnya tidak disetorkan ke kantor. Hanya dibayarkan DP berapa gitu dan BPKB tidak keluar,” paparnya ditemui di kantor NSS, tadi pagi.

Korban lain, Doni Wisnu Nugroho (30) asal Dukuh Ngamban RT 1, Gawan, Tanon, Sragen mengatakan dirinya membeli enam motor dari oknum yang sama.

Menurutnya enam motor itu sudah dibayar lunas kepada oknum Mustakim itu. Namun ternyata dari pihak kantor masih menagih dan menyatakan kalau dirinya harus membayar setoran total Rp 80 juta dari enam motor itu.

“Saya juga kaget. Padahal saya sudah bayar cash semua. Saya ambil enam motor, Motor pcx 2 unit, supra x 125, Scoopy, sama Vario Tekno 125. Dia modusnya nawari bonus promo. Harga cashnya misalnya Rp 23 juta, hanya disuruh bayar Rp 17-18 juta. Istilahnya dia ada potongan khusus. Dengan catatan bayar lunas di awal, tapi diakadkan kredit, kita nggak perlu bayar angsuran. Ternyata kami nggak tahu kalau uangnya nggak disetorkan,” paparnya.

Doni menguraikan dirinya memang tidak curiga. Sebab sebelumnya dia juga sudah mengambil motor lewat Mustakim dan lancar.

Karena sebelumnya aman, dia kemudian tertarik dan percaya dengan tawaran promo dari Mustakim.

“Yang pertama dulu, saya ambil lewat dia juga aman dan BPKB bisa keluar. Nggak tahunya yang enam motor ini, malah begini. Saya tadi ngurus ke kantor dan kaget diberi catatan tagihan saya total masih Rp 80 juta. Padahal semua sudah saya bayar lunas di awal,” tuturnya.

Dirinya mengaku untuk program promo ini, pembayaran tunai memang tidak pakai kuitansi. Sebab dirinya terlanjur percaya.

“Saya coba kontak terakhir diangkat hari Minggu kemarin. Tapi setelah itu sy kontak dan saya WA nggak ada respon. Saya datangi rumahnya sudah kosong,” terang Doni.

Di Polres, para korban kemudian diarahkan melapor ke SPK. Beberapa perwakilan kemudian berkonsultasi dengan Kabag Ops Kompol Yohanes Trisnanto.

BACA:  Asyik Main, 2 Kakek Asal Desa Jepang Digerebek Polisi...

Kompol.Yohanes mengatakan puluhan konsumen NSS itu datang untuk melapor karena merasa tertipu. Dari Polres secara prinsip sudah melayani, menerima dan melakukan penanganan apa yang menjadi keinginan para korban.

“Mereka merasa tertipu, tapi akan kami didalami dulu. Kasusnya sudah ditangani Satreskrim,” terangnya.

Sementara, dari pihak NSS tidak ada yang mau memberikan konfirmasi kepada media. Saat ditemui, sejumlah petugas di bagian front office mengaku sibuk melayani konsumen dan enggan memberikan pernyataan.

“Saya masih sibuk Pak,” kata beberapa petugas di bagian depan. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT