Kapolres Sragen: Info dari Densus 88 Akan Ada Aksi di Gereja Saat Natal
JOGLOSEMARNEWS.COM | 18/12/2019 11:10
Kapolres Sragen: Info dari Densus 88 Akan Ada Aksi di Gereja Saat Natal

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan menekankan pentingnya sterilisasi dan pengamanan di pintu-pintu masuk gereja saat perayaan Natal tahun ini.

Seruan itu dilontarkan untuk mengantisipasi ancaman terorisme menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. Penegasan itu disampaikan Kapolres saat memberikan paparan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Candi 2019 yang digelar di Mapolres Sragen, Senin (16/12/2019).

BACA: Polisi Periksa Pengusaha Galian C Kaliwedi Gondang, Kapolres Isyaratkan...

“Berdasarkan petunjuk dari Mabes Polri ada tiga agenda penting di akhir 2019 yaitu perayaan ibadah Natal, tahun baru dan agenda masyarakat mengisi liburan baik tempat perbelanjaan dan wisata. Nah, ada beberapa kerawanan dan potensi ancaman yang harus diwaspadai,” paparnya di hadapan jajaran pejabat dan perwakilan semua instansi terkait.

Kapolres menguraikan ada beberapa tindak kejahatan yang diwaspadai menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya adalah kejahatan terorisme.

Ia menyebut di Jateng bahkan hampir setiap tahun ada sejarah gangguan terorisme dan intoleransi.

“Ada info dari Dendus 88 bahwa akan ada aksi di gereja di momen natal dan tahun baru. Sehingga sejak jauh-jauh hari sudah kita antisipasi dengan meningkatkan pengamanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, AKBP Yimmy menerangkan bertolak dari kejadian-kejadian terorisme seperti aksi bom di Surabaya, pelaku kejahatan terorisme bisa menyamar menjadi jemaat.

Karenanya, ia menekankan pengamanan dan sterilisasi di pintu masuk gereja akan ditingkatkan.

Ia juga meminta pengelola gereja memberikan tembusan agenda misa yang digelar di gerejanya sehingga Polres bisa menyiapkaj personel pengamanan.

“Apakah misanya tanggal 24, 25 Desember atau mungkin tanggal 1 dan 2 Januari, kami mohon ditembusi. Sehingga bisa kami siapkan personel pengamanannya. Karena banyaknya gereja di Sragen, tidak semua gereja bisa diamankan,” tukasnya.

Ia berharap bagi gereja yang tidak mendapat personel, bisa berkoordinasi dengan pengamanan Satpam atau remaja gereja. Mereka bisa dikoordinasikan untuk melakukan sterilisasi.

“Karena bisa jadi para pelaku menyamar jadi jemaat. Kami kan tidak bisa mengenali satu persatu. Makanya kolaborasi pengamanan di pintu masuk sangat penting untuk menimalisir kejadian. Jangan sampai kejadian di Surabaya terjadi lagi. Satu keluarga bisa masuk,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kabag Ops Polres Sragen AKP Yohanes Trisnanto menyampaikan untuk operasi lilin candi 2019, Polres akan mengerahkan 270 personel. Mereka akan disebar untuk menjalankan pengamanan selama perayaan Natal, hingga Tahun Baru.

BACA: Jelang Operasi Lilin Candi 2019, Polres Sukoharjo Periksa Kelengkapan...

Kepala Kesbangpolinmas Sragen, Cosmas Edwi Yunanto menyampaikan untuk kegiatan akhir tahun di Sragen, sejauh ini belum ada informasi dari Pemkab apa yang akan digelar di Sragen.

“Kalau tahun lalu bentuknya pengajian, tahun ini saya cari informasi di Bagian Kesra belum ada kepastian bentuk kegiatan akhir tahunnya apa. Nanti kalau sudah ada informasi pasti, akan kami sampaikan,” tandasnya. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT