Fakta-fakta di Balik Surat Wasiat Ibu yang Mengajak Dua Anaknya Mati Bersama
JOGLOSEMARNEWS.COM | 13/12/2019 09:10
Fakta-fakta di Balik Surat Wasiat Ibu yang Mengajak Dua Anaknya Mati Bersama

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fakta lain terungkap dalam kasus bunuh diri seorang ibu dengan anaknya di Dusun Bendo, RT 3 RW 6, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Kamis (12/12/2019).

Sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat menuliskan semacam surat wasiat. Isinya tulisan “Nek aku mati aku pengen dikubur karo keluargaku ditumpuk nak ora tak dendeni”. Artinya kalau saya meninggal saya mau dikubur sama keluarga saya ditimpuk/dijadikan satu liang lahat, kalau tidak mau dihantui.

BACA: Bayar Gaji Pegawai PPPK atau P3K, Pemkab Sragen Sudah...

Kepala Desa Bakalan Danang mengatakan, korban dan keluarganya bukan tergolong keluarga miskin penerima bantuan. Kehidupannya juga cukup layak dan memiliki sejumlah sepeda motor.

“Korban memang warga asli Bakalan, dan memang ada surat semacam wasiat itu,” kata dia.

Namun dia belum bisa memastikan apakah nantinya para korban dimakamkan dalam satu liang seperti diminta dalam surat wasiat. Yang jelas hingga saat ini para korban baik yang telah meninggal maupun masih kritis masih berada di RS PKU Muhammadiyah Ponorogo, Jatim.

Sebagaimana diwartakan, satu keluarga terdiri dari seorang ibu dan satu anaknya ditemukan tewas di rumahnya, Dusun Bendo, RT 3 RW 6, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Kamis (12/12/2019).

Selain itu 1 anak kandung korban ibu lainnya kritis. Ada dugaan mereka meminum obat hama Furadan.

Identitas korban tewas adalah Winarsih (38) dan anak keduanya Kirana Tasoda (7). Sedangkan korban kritis adalah Zaki Isa Majida (10).

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Kapolsek Iptu Aris Joko Narimo mengatakan, korban meninggal merupakan ibu dan anak. Identitas korban tewas adalah Winarsih (38) dan anak keduanya Kirana Tasoda (7). Sedangkan korban kritis adalah Zaki Isa Majida (10). Ketiganya saat ini berada di RS PKU Muhammadiyah Ponorogo, Jatim.

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 06.30 WIB, korban atas nama Zaki sambil merangkak menuju rumah neneknya yang tak jauh dari rumah korban melalui pintu belakang. Dia sambil terbata-bata menahan rasa sakit meminta tolong.

BACA: Hilang Dari Rumah, Perempuan Asal Sukodono Sragen Ditemukan Tewas...

Setelah itu nenek dan warga langsung menuju rumah korban sambil meminta tolong salah satu orang untuk mengambil mobil untuk membawa korban. Namun sampai di rumah korban, mereka melihat ibu dan anak nomor dua sudah dalam keadaan sekarat.

“Kemudian korban langsung dimasukan ke dalam mobil untuk dibawa ke RSUD Muhamadiyah Ponorogo,” jelas dia. Aria

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT