Mobil Dinasnya Kalah Jauh, Ganjar Bereaksi Soal Mobil Dinas Rubicon Bupati Karanganyar
JOGLOSEMARNEWS.COM | 06/12/2019 09:10
Mobil Dinasnya Kalah Jauh, Ganjar Bereaksi Soal Mobil Dinas Rubicon Bupati Karanganyar
Motif Baju Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Mirip Serbet/Instagram - Ganjar Pranowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Polemik kontroversi mobil dinas mewah jenis Jeep Rubicon yang akan digunakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ia menyatakan tak mempersoalkan Bupati Karanganyar yang akan menggunakan Jeep Rubicon sebagai kendaraan dinas.

BACA: Mobil Dinas Jeep Rubicon Rp 2 M Bupati Karanganyar Banjir Kecaman. Sejumlah Elemen Sesalkan Uang Rakyat Dihambur-Hamburkan Hanya Untuk Gagah-Gagahan!

Hal tersebut dikatakan Ganjar Pranowo kepada awak media usai menghadiri Festival Kaum Muda Bursa Kerja Inklusi Solo Raya yang berlangsung di Graha Wisata Sriwedari, Kamis (5/12/2019).

“Kalau mau menggunakan mobil dinas baru Jeep Rubicon, ya gak apa-apa kalau keuangannya mampu. Aturannya juga membolehkan,” kata Gubernur.

Saat ditanya jika mobil yang akan digunakan orang nomor satu di Karanganyar tersebut lebih bagus dari mobil dinas gubernur, Ganjar Pranowo hanya tersenyum. “ Halah provokator,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Pemkab Karanganyar, melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) mengangarkan pembelian mobil Jeep Rubicon yang akan digunakan sebagai kendaraan dinas bupati, dengan pagu anggaran senilai Rp 2,1 miliar melalui APBD perubahan tahun 2019.

BACA: Angka Kemiskinan Masih 2 Digit, Bupati dan Pimpinan DPRD Karanganyar Malah Jor-joran Mobil Dinas Mewah. Bupati Pilih Rubicon Rp 2 Miliar, DPRD Toyota Fortuner

Pengadaan mobil ini, telah melalui proses lelang dan dimenangkan oleh salah satu penyedia yang berasal dari Jakarta dengan penawaran terendah senilai Rp 1,98 miliar.

Pengadaan mobil dinas termewah di Solo Raya itu sontak menuai reaksi minir dari kalangan elemen masyarakat. Mayoritas menyesalkan kebijakan bupati yang dinilai bermewah-mewah di tengah angka kemiskinan yang masih di angka 10 persen lebih. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT