Emak-emak Mendominasi Pelaku Penyebaran Hoax
JOGLOSEMARNEWS.COM | 28/10/2019 11:10
Emak-emak Mendominasi Pelaku Penyebaran Hoax
Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Fakta mencengangkan terungkap dari kasus-kasus ujaran kebencian dan sebaran hoax di media sosial. Ternyata, data menunjukkan mayoritas pelaku penyebar hoax adalah dari kaum hawa atau perempuan. Hal itu terungkap dalam Workshop Literasi Digital yang digelar Pemkab Karanganyar, kemarin.

Pegiat digital dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Soloraya, Erwina Tri S mengungkapkan data tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan Mabes Polri terhadap pelaku penyebaran hoax, terutama terkait hoax penculikan anak beberapa waktu silam.

BACA: Cerita Geger Pilkades Penuh Hoax dan Money Politic, Antarkan FK Metra Karanganyar Raih Juara 2 Jateng 

Ia memaparkan bahwa latar belakang ibu rumah tangga sebagai tersangka penyebar hoax beragam. Mulai dari usia 20 hingga 60 tahun, dari pendidikan SMP sampai dengan S3.

“Dari aspek pekerjaan pelakunya mulai ibu rumah tangga sampai dengan guru, dosen hingga dokter. Salah satu alasan mengapa para ibu rumah tangga gampang share informasi hoax adalah rendahnya literasi digital dan rendahnya kemampuan cek fakta atas informasi yang diterima,” papar Erwina.

Foto/Humas

Atas data itu, membuat Dinas Komunikasi dan Informatika mengundang seluruh Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan se- Kecamatan Karanganyar di Ruang Melati Pendhopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pada kesempatan itu, Plt Kepala Diskominfo Karanganyar, Bachtiyar Syarif mengajak kepada para penggerak TP PKK kelurahan guna memanfaatkan gadget untuk hal-hal yang produktif. Namun demikian ‘serangan’ hoax memang bisa menyasar siapa saja. Karenanya para ibu perlu belajar untuk cerdas dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari hoax dan menyebarkannya.

BACA: Beredar Pesan Berantai di WhatsApp soal ‘Air Garam Dalam Baskom Bisa Turunkan Hujan’, BMKG Pastikan itu Hoaks!

Workshop Literasi Digital menghadirkan dua pembicara yakni Eko Supriyadi mewakili Diskominfo membawakan materi “Digital Skill untuk Emak-Emak”. sementara Erwina Tri dari Mafindo Soloraya memaparkan materi berjudul “Jarimu Harimaumu- Bijak Bermedsos Jauhi Hoax”. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT