Video Klarifikasi Insiden Bendera HTI, Empat Pengurus Rohis SMKN 2 Sragen: Kami Bukan Simpatisan HTI
JOGLOSEMARNEWS.COM | 21/10/2019 13:00
Video Klarifikasi Insiden Bendera HTI, Empat Pengurus Rohis SMKN 2 Sragen: Kami Bukan Simpatisan HTI
Puluhan siswa anggota Rohis SMKN 2 Sragen bersama guru pembina saat berfoto bersama dengan bendera merah putih, Jumat (18/10/2019) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Usai diguncang viral bendera identik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), pihak SMKN 2 Sragen langsung merilis video.

Video itu adalah video permintaan maaf para siswa SMK Negeri 2 Sragen atas polemik pengibaran bendera identik HTI yang sempat viral di media sosial hingga menjadi sorotan nasional.

BACA: Kasus Bendera Identik HTI SMKN 2 Sragen Jadi Sorotan Nasional, Forkompida Langsung Terjun Beri Pencerahan Siswa dan Ortu

Dari pantauan Joglosemarnews.com, video berdurasi 43 detik tersebut menayangkan gambar empat siswa laki-laki, yang diduga pengurus kegiatan ekstrakulikuler Rohis SMKN 2 Sragen. Mereka mengambil posisi berdiri berjajar dengan satu siswa duduk di depan.

Kalimat permintaan maaf disampaikan salah satu siswa yang duduk di bagian depan.

Isi permintaan maaf dalam video tersebut diantaranya:

“Assalamualaikum wr wb. Kami pengurus Rohis SMK Negeri 2 Sragen mohon maaf atas kejadian pembentangan bendera tauhid di halaman sekolah kami, pada hari Minggu, tanggal 6 oktober 2019. Kami tidak tahu kalau bendera tersebut merupakan bendera HTI. Kami berjanji tidak akan membentangkan bendera tersebut di lingkungan sekolah kami. Kami juga bukan simpatisme (simpatisan) HTI. NKRI harga mati!”.

Terkait beredarnya video itu, pihak sekolah membenarkan video tersebut dibuat oleh para siswa. Video itu diunggah usai foto pembentangan bendera HTI tersebut viral.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMKN 2 Sragen, Setyanjadi, membenarkan video tersebut, dibuat oleh anak didiknya. Menurutnya, setelah foto pembentangan bendera identik HTI ini menuai polemik, para siswa kemudian berkumpul dan atas saran berbagai pihak kemudian mereka membuat video berisi permintaan maaf.

“Justru anak-anak yang tanya. Pak, kita harus bagaimana? Atas saran berbagai pihak, akhirnya anak-anak membuat permintaan maaf tersebut. Itu bentuk ikhtiar kami, agar kejadian ini tidak jadi polemik,” terangnya.

Ia menguraikan keempat siswa yang ada di video tersebut antara lain Ketua Rohis lama, Ketua Rohis baru, siswa yang membawa bendera, serta siswa yang memfoto.

“Kami benar-benar tidak menyangka akan jadi seperti ini. Bagaimana foto-foto (pembentangan bendera identik HTI) tersebut beredar juga masih belum tahu siapa yang pertama kali mengunggah ke medsos,” kata Setyanjadi.

BACA: Kasus Bendera HTI di SMKN 2 Sragen, Disdikbud Jateng Tunggu BAP Lengkap. Kadisdikbud: Semoga Segera Kembali ke Jalan Yang Lurus! 

Ke depan, pihak sekolah akan melakukan home visit ke rumah para siswa. Hal ini dilakukan untuk melindungi para siswa, mengingat ada beragam respon dari orang tua masing-masing.

“Kita sudah bertemu dengan orang tua siswa, reaksinya macam-macam. Akan kita follow up dengan home visit. Kita jelaskan semua hiruk pikuk ini, sebagai bagian perlindungan terhadap anak,” terangnya. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT