Bupati Karanganyar Usulkan Eks Karesidenan Surakarta Jadi Provinsi Solo Raya
JOGLOSEMARNEWS.COM | 08/10/2019 09:10
Bupati Karanganyar Usulkan Eks Karesidenan Surakarta Jadi Provinsi Solo Raya
Bupati Karanganyar Juliyatmono. (timlo)

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM - Wacana pembentukan Provinsi Solo Raya kembali menjadi perbincangan setelah Bupati Karanganyar Juliyatmono menggulirkan lagi wacana lama tersebut

Juliyatmono mengatakan Provinsi Solo Raya dibentuk dari eks Karesidenan Surakarta yang terdiri atas Kota Solo dan enam kabupaten. Menurut Juliyatmono, eks Karesidenan Surakarta sudah bisa sebagai provinsi sendiri yang terpisah dari Provinsi Jawa Tengah.

BACA: Tolak Pemindahan Polsek Colomadu ke Boyolali, Bupati Karanganyar Surati Polda Jateng

Nantinya, wilayah Solo Raya yang terdiri atas Surakarta, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar dan Sragen. Daerah-daerah tersebut kata dia memiliki potensi dan sumber daya layaknya sebuah provinsi.

Juliyatmono mengatakan gagasan itu dilontarkan mendasarkan beberapa pertimbangan. Eks Karesidenan Surakarta, kata dia memiliki sejumlah infrastruktur pendukung seperti bandara, jalan tol Trans Jawa, sebagai pusat perdagangan.

“Saya mengusulkan pentingnya dibicarakan provinsi Solo Raya. Semua potensi sudah ada, seperti bandara, tol,serta Solo Raya saat ini menjadi pusat perdagangan. Secara umum ditanggapi positif,” katanya Senin 7 Oktober 2019.

Juliyatmono mengatakan usulannya ini harus dikaji secara komprehensif dengan melibatkan seluruh komponen yang ada. Mulai dari akademisi, pemuda dan kalanagan swasta.

Menurut dia, pembentukan Provinsi Solo Raya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, menanggapi usulan pembentukan provinsi baru ini, menurut ketua Komisi A DPRD Karanganyar, Sri Harjono, harus dilihat dari beberapa aspek, diantaranya soal regulasi, persyaratan dan apakah pemekaran wilayah tersebut sangat urgen atau tidak.

BACA: Saat Bupati Karanganyar dan Sejumlah Pejabat Mendadak Diminta Naik ke Bus KPK. Ada Apa? 

“Saya pikir,usulan pemekaran wilayah tidak masalah, selama regulasi, persyaratan dan urgensi pemekaran yang diusulkan tersebut terpenuhi," ucapnya.

Yang perlu dilakukan saat ini, kata dia adalah dengan mengintensifkan komunikasi bersama pemerintah kabupaten lain di Solo Raya, serta meminta pendapat para ahli dari kalangan akademisi dalam forum diskusi. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT