Presiden Joko Widodo dan Menteri Bungkam Soal Perpu KPK, Jokowi: Tanya Soal Batik Saja
JOGLOSEMARNEWS.COM | 04/10/2019 15:43
Presiden Joko Widodo dan Menteri Bungkam Soal Perpu KPK, Jokowi: Tanya Soal Batik Saja
Presiden Jokowi saat menunggu kedatangan Penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Song Tao, di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 20 September 2019. TEMPO/Subekti.

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan sejumlah menteri kompak bungkap saat ditanya mengenai isi dan kapan Perppu KPK diterbitkan. Saat menghadiri Perayaan Hari Batik Nasional 2019 di Pura Mangkunegaran, Solo, Presiden Jokowi meminta wartawan bertanya tentang Hari Batik, bukan soal Perpu KPK. “Ini kan kita sedang bicara tentang batik,” kata Jokowi di Pura Mangkunegaran Solo, Rabu (2/10/2019)

Adapun Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan yang tahu nasib Perpu KPK adalah Presiden Jokowi. “Presiden yang tahu, yang jelas urusan ini hanya Bapak Presiden yang tahu, dan tidak perlu dimultitafsirkan,” ucapnya..

Segendang sepenarian dengan Presiden Jokowi dan Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno memilih menjawab, “Belum tahu, belum tahu, tanya Masnya, tuh,” di Istana Negara hari ini, Kamis (3/10/2019) sambil menunjuk ke sembarang orang.

 

Selanjutnya, Pelaksana tugas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Tjahjo Kumolo malah meminta pers bertanya kepada Menseskab Pramono Anung soal Perpu KPK. Politikus PDIP yang juga Menteri Dalam Negeri tersebut juga menyatakan tak mau berkomentar mengenai itu. “Mohon Maaf,” tutur Tjahjo Kumolo.

Setelah bertemu dengan puluhan tokoh nasional di Istana Merdeka pada Kamis, 26 September 2019, Presiden Jokowi menyampaikan akan mempertimbangkan Perpu KPK dan segera memutuskannya. Namun hingga kini sikap Presiden Jokowi belum jelas.

 

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengklaim bahwa Jokowi dan para ketua umum partai pendukung pemerintah sepakat menolak penerbitan Perpu KPK. Ketika dikonfirmasi tentang hal itu, Mensesneg Pratikno meminta pers menunggu pernyataan resmi yang akan disampaikan oleh Presiden Jokowi.


BERITA TERKAIT