Sragen Mencekam, Massa Dua Kubu Perguruan Silat PSHT Nyaris Bentrok
JOGLOSEMARNEWS.COM | 14/09/2019 08:45
Sragen Mencekam, Massa Dua Kubu Perguruan Silat PSHT Nyaris Bentrok
Ratusan personel polres dan Brimob saat mengondisikan situasi ribuan massa PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun di pertigaan Beloran, Sragen, Jumat (13/9/2019) malam. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Situasi Sragen Kota dikabarkan sempat mencekam sejak sore hingga malam ini, Jumat 13 September 2019. Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun dilaporkan turun ke jalan sehingga memaksa ratusan personel Polres dikerahkan membendung hal-hal tak diinginkan.

Mereka terjun ke jalan diduga terkait rencana pengesahan calon warga di  kubu lain yang disebut juga menggunakan nama PSHT. Agenda pengesahan direncanakan di gelar malam ini di gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen.

BACA: PSHT Pusat Madiun Resmi Kantongi Hak Paten dan SK Kemenkumham. Ketua Dewan Pusat: Laksanakan Dengan Asah Asih Asuh!

Data yang dihimpun Joglosemarnews.com, massa PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun sudah mengalir memadati alun-alun sejak sore hari. Mereka mengenakan seragam hitam-hitam yang merupakan kebesaran PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun.

Menjelang petang, aliran warga PSHT yang diketuai Jumbadi itu makin membeludak. Hingga petang hari, jumlah warga PSHT Pusat Madiun itu hampir memenuhi alun-alun.

Melihat situasi menegang, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan langsung terjun memberikan pengarahan kepada ribuan warga yang duduk memadati alun-alun.

“Sebenarnya permasalahannya bukan di Sragen. Jadi ibaratkan kita ini anak-anak SH Terate. Saat ini yang berperkara adalah bapak dan ibu. Tapi yang ribut masih anak-anaknya masing-masing,” ujar Kapolres saat memberikan pengarahan di hadapan warga PSHT Pusat Madiun di alun-alun 

Kapolres kemudian menyampaikan bahwa memang anak-anaknya (warga PSHT) merasakan itu. Akan tetapi permasalahannya sebenarnya ada di tataran atas. Situasi sempat mereda setelah dilakukan negosiasi antara perwakilan dua kubu di Polres Sragen.

Namun karena tidak ada titik temu, massa PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun kemudian bersikukuh hendak membubarkan pengesahan di Gedung SMS.

Sekitar pukul 18.30 WIB, massa dari PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun perlahan mulai bergerak ke arah gedung SMS di Sine.

Untuk menghindari bentrokan, personel Polres langsung membuat pagar betis mengadang gerakan massa itu. Massa sempat tertahan di perempatan Pos Lantas Sragen Kota.

Namun massa terus bergerak menuju Beloran. Di pertigaan Beloran menuju arah Gedung SMS, mereka kembali berhadapan dengan pagar betis polisi bersenjata lengkap. Sebagian berusaha menerobos lewat jalan kampung. Lokasi gedung SMS juga dijaga puluhan personel polisi. Beruntung bentrok tak sampai terjadi.

BACA: Kondisi Terkini 4 Siswa SMKN 1 Kedawung Sragen Asal Papua. Kapolres  Berharap Segera Kembali 

Namun situasi sempat memanas. Bahkan hingga pukul 22.30 WIB, massa masih bertahan dan Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel sampai terjun ke lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak petinggi PSHT belum bisa dikonfirmasi. Pun dengan Kapolres juga belum bisa dimintai keterangan. Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS.COM


BERITA TERKAIT